KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Berakhirnya kontestasi demokrasi di Provinsi Kepri dan Kota Batam sudah selesai, hendaknya juga mengakhiri pertarungan keras yang mewarnai massa kampanye, Sebagai Putra Kota Batam Joni Lukas, meminta semua peserta baik itu pasangan calon, partai politik dan tim sukses menahan diri dan menerima apapun hasil pilihan rakyat Kota Batam dalam memilih pemimpinnya.
“Semua sudah bekerja keras, calon, timses partai. Pendukung dan simpatisan, Mari kembali bergandengan tangan. Kita cooling down,” kata Joni kepada Keprionline, Sabtu (12/12/2020)
Dia berharap apapun hasil pemungutan suara di pilkada kota Batam tidak akan menimbulkan perpecahan karena perbedaan pilihan politik, Joni berharap siapapun kepala daerah yang terpilih harus diterima dengan lapang dada atas dasar pilihan rakyat.
“Ajang lima tahunan ini jangan sampai menimbulkan efek tak baik bagi warga Kota Batam. Semua diharapkan dapat menerima keputusan Pilkada dengan lapang dada”. katanya
Jangan karena pilkada menyebabkan keadaan tidak kondusif di Kota Batam. Pilkada sudah selesai. Artinya persoalan juga dianggap selesai sudah. Efek-efeknya itu kita saling memaafkan. Enggak usah lagilah kita persoalkan.
“Jika masih ada pihak yang ingin memperpanjang masalah, maka pergesekan ini akan terus terjadi. Saya berharap semua pihak untuk menahan diri,” tuturnya
Pria kelahiran Sambu ini juga mengajak masyarakat untuk ciptakan kembali persatuan. Efek-efek politik di kesampingkan untuk menuju Kota Batam yang harmonis tanpa sekat perbedaan politik.
“Inikan asal usulnya dimulai di pilkada. Kemudian saling ucap-mengucap, yang menyebabkan salah pengertian menjalar ke mana-mana dan pemimpin juga tentunya harus lebih arif. Jangan ada dendam antar sesama tujuan kalian adalah membangun Kota Batam ini,” ujarnya
Mari kita wujudkan sistem politik yang demokratis dan sistem hukum yang adil, pembangunan yang mengarah pada terwujudnya kesejahteraan sosial, menuju Kota Batam yang unggul, maju, adil, dan sejahtera, dalam koridor pelaksanaan konstitusi. Jelasnya.
Sambungnya, pemimpin terpilih melalui Pilkada itu adalah dia yang tak sekadar berjanji ataupun tidak menjadi tukang janji, melainkan melaksanakan dengan sungguh-sungguh apa yang telah dijanjikannya.
“Saya berharap kepada pemimpin Kota Batam terpilih bapak Rudi, pada masa kampanye lalu visi-misi dan janji politik pak Rudi agar direalisasikannya” ucap Joni.
Di Jelaskan Joni, Jabatan politik adalah jabatan mulia dan karenanya pantas dimuliakan lewat kejujuran untuk menampilkan diri apa adanya. Maka jika kita sepakat dan memaknai bahwa janji adalah hutang (apapun agama dan keyakinanya), maka janji politik Pilkada adalah termasuk katagori hutang yang harus dibayar.
Artinya, jika janji politik adalah merupakan janji akad kontrak politik kepada publik atau janji kepada banyak orang yang harus ditepati, maka tidak ada alasan untuk tidak ditunaikan.
“Pak Rudi sudah terpilih menjadi Walikota Batam kembali, marilah sama-sama kita percayakan program-program pembangunan Kota Batam dan kesejahteraan rakyat ditangannya agar menuju lebih baik lagi, karna dengan waktu yang singkat mungkin pak Rudi tidak bisa untuk menyelesaikan semuanya, dengan adanya penambahan 5 tahun lagi, saya berharap pak Rudi bisa menyelesaikan menuju Batam yang lebih baik lagi”imbuhnya
Dan saya juga berharap kepada pak Rudi agar lebih memperhatikan dan memprioritaskan putra-putri Kota Batam, yaitu memberi peluang dan memprioritaskannya dalam hal lapangan kerja bagi mereka, harap Joni
Mari sama-sama kita jaga kekondusifan, tanpa kerjasama, saling merangkul, dan berjabat tangan mustahil Kota Batam ini akan maju”. Tutup Joni






