Sabtu, 22 Agustus 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home KEPRI TANJUNGPINANG

Sejarah Perjalanan Megat Raden Kuning ke Pulau Lingga

Redaksi
4 Maret 2025
di KEPRI TANJUNGPINANG
0
Sejarah Perjalanan Megat Raden Kuning ke Pulau Lingga

Megat Raden Kuning di Lingga . ( Foto Saparuddin ).

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

Keprionline.co.id, Lingga – Megat Raden Kuning Megat Dialam bukan sekedar nama dalam catatan sejarah. Ia adalah tokoh besar yang mengubah wajah Kepulauan Riau, membuka negeri, menaklukkan penguasaan laut, dan membawa peradaban ke Lingga.

Sejarah mencatat bahwa terbentuknya Kampung Lingga Daik bermula dari kepemimpinannya. Berdasarkan Undang-Undang Piagam dan Kisah Negeri Jambi, ayahnya, Megat Mata Merah, seorang penguasa besar Jambi, tidak pernah sampai ke Lingga. Sebaliknya, yang melakukan perjalanan jauh dari Tanah Pilih, Jambi, menuju Pulau Lingga adalah anak sendiri, Megat Raden Kuning.

Baca Juga

RRI-SMSI Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis di Era Digital

RRI-SMSI Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis di Era Digital

22 Agustus 2026
5
Ungkap Penyelundupan 1,3 Ton ketamine di Perairan Bintan, Gubernur Kepri Berikan Apresiasi Kepada Aparat

Ungkap Penyelundupan 1,3 Ton ketamine di Perairan Bintan, Gubernur Kepri Berikan Apresiasi Kepada Aparat

19 Agustus 2026
13

Kisah ini diceritakan oleh Lazuardi, (57) seorang pemerhati sejarah dan budaya Kabupaten Lingga, yang mengungkapkan perjalanan hidup sang tokoh melalui buku sejarah miliknya kepada media, Selasa ( 04/03/2025 ).

Sebelum memulai perjalanannya, Megat Raden Kuning telah diangkat menjadi Orang Kayo Singo Dirajo, gelar kebesaran bagi seorang pemimpin yang memiliki keberanian dan kebijaksanaan.

Pada tahun 701 Hijriah, ia berlayar dari Jambi menuju Lingga dengan perahu bernama Harimau Jantan, didampingi oleh Orang Pingai dan Orang Kayo Hitam.

Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat seperti Orang Barok, Orang Mantang, dan Orang Laut. Karismanya yang kuat menjadikan mereka mengangkatnya sebagai pemimpin.

Sebelum menetap di Lingga, ia singgah di Pulau Singkep, menelusuri berbagai tempat strategis. Namun, hatinya tertambat di hulu anak Sungai Daik, tempat yang ia percaya memiliki energi untuk menjadi pusat negeri yang besar.

Ia pun membangun sungai itu Sungai Lingga, sementara organisasi yang ia bangun diberi nama Kampung Datuk Kaya Lingga Daik.

Sebagai pemimpin visioner, Megat Raden Kuning memahami bahwa sebuah negeri tidak bisa berkembang tanpa penduduk yang ramai. Oleh karena itu, ia membawa serta Orang Bangka, yang menjadi generasi pertama komunitas Bangka di Lingga.

Sebagian dari mereka diberikan tempat di kawasan Sungai Tanda, yang berkembang menjadi Kampung Olak Sungai Dirajo Tando. Dari awal peradaban baru di Pulau Lingga dan Singkep, membentuk komunitas yang kuat dan mandiri.

Kisah perjalanan ini telah lama tercatat dalam Undang-Undang Piagam dan Kisah Negeri Jambi, yang menjadi saksi atas jejak leluhur dalam membuka dan membangun negeri Melayu.

Namun, perjalanan Megat Raden Kuning tidak selalu mulus. Ada satu rintangan besar yang harus ia hadapi—Si Mak Yah, seorang penguasa Suku Laut yang terkenal sakti dan kejam.

Si Mak Yah bukan perempuan biasa. Ia adalah pemimpin yang ditakuti di seluruh perairan Lingga, memiliki ilmu kebatinan tinggi, dan seluruh rakyatnya tunduk kepadanya.

Namun, Megat Raden Kuning tidak gentar. Ia menantang Si Mak Yah dalam sebuah pertempuran sengit yang akan menentukan siapa yang layak menjadi penguasa sejati Pulau Lingga.

Menurut buku Mengenal dan Mengenang Kebesaran Kerajaan Lingga Riau (Tengku Husein Saleh dkk, 2007), pertarungan mereka begitu dahsyat hingga menyebabkan salah satu puncak Gunung Daik patah, menyisakan dua cabang yang masih terlihat hingga kini.

Si Mak Yah akhirnya kalah. Para pengikutnya pun bersumpah setia kepada Megat Raden Kuning, menandai berakhirnya era kekuasaan lama dan lahirnya sebuah negeri baru di bawah kepemimpinan sang Datuk Kaya.

Sebagai simbol kemenangan, setiap negeri yang ia taklukkan harus meletakkan sebutir lada ke dalam gantang. Seiring berjalannya waktu, lada-lada itu memenuhi Istana Tujuh Bandung di Hulu Sungai Daik, menjadi lambang supremasi dan kebesaran Megat Raden Kuning.

Megat Raden Kuning bukan hanya seorang penakluk, tetapi juga seorang pemimpin yang bijaksana dan dihormati.

Ia tidak hanya membangun negeri yang makmur, tetapi juga menyatukan berbagai suku dan kelompok masyarakat, menciptakan sistem pemerintahan yang kuat di Lingga.

Setelah wafat, jenazahnya dimakamkan di Bukit Nyiur, Hulu Sungai Lasi, antara Kampung Sepincan dan Kampung Mading.

Konon, lokasi makamnya dahulu dikenal dengan Bukit Nyiur karena terdapat sebatang pohon nyiur yang besar. Kini, tempat itu lebih dikenal sebagai Bukit Keramat, karena masyarakat mengkeramatkan makamnya sebagai pusaka sejarah Lingga.

Megat Raden Kuning tidak hanya meninggalkan jejak sejarah, tetapi juga warisan kepemimpinan yang tetap hidup dalam adat dan budaya masyarakat Lingga.

Hingga hari ini, kisahnya masih diceritakan sebagai sumber kebanggaan bagi masyarakat Melayu.

Gunung Daik yang bercabang dua tetap menjadi simbol kejayaan, sementara Kampung Lingga Daik yang ia dirikan tetap berdiri sebagai bukti kehebatan kepemimpinan Melayu di Kepulauan Riau.

Sejarah bisa semakin maju, tetapi nama Megat Raden Kuning akan selalu hidup dalam ingatan masyarakat Melayu sebagai sang penakluk lautan, pembuka negeri, dan pemimpin besar yang mengubah sejarah Lingga selamanya. ( Saparuddin).

Tags: Sejarah Perjalanan Megat Raden Kuning ke Pulau Lingga
Sebelumnya

Penyebab Kematian Pria Ditaman Hijau Masih Menunggu Hasil Visium

Berikutnya

Cetak Kartu Keluarga Dilakukan Mandiri

Berita Terkait

RRI-SMSI Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis di Era Digital
KEPRI TANJUNGPINANG

RRI-SMSI Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis di Era Digital

22 Agustus 2026
5
Ungkap Penyelundupan 1,3 Ton ketamine di Perairan Bintan, Gubernur Kepri Berikan Apresiasi Kepada Aparat
KEPRI TANJUNGPINANG

Ungkap Penyelundupan 1,3 Ton ketamine di Perairan Bintan, Gubernur Kepri Berikan Apresiasi Kepada Aparat

19 Agustus 2026
13
Ketua DPRD Kepri Terima Kunjungan Silaturahmi Kajati Kepri
KEPRI TANJUNGPINANG

Ketua DPRD Kepri Terima Kunjungan Silaturahmi Kajati Kepri

19 Agustus 2026
17

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Berbagi Berkat PMB Bidan Doris Pasaribu Salurkan Beras 100 Kg ke Dua Panti Asuhan

    Berbagi Berkat PMB Bidan Doris Pasaribu Salurkan Beras 100 Kg ke Dua Panti Asuhan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kapten Inf Lamhot Parningotan Sihaloho Dipercaya Menjadi Komandan Upacara Penuruan Bendera HUT RI Ke 81 Tahun di Karimun

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • BPK Soroti Pengelolaan Aset Pemkab Lingga Senilai Rp 3,5 Miliar

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral di Media, Bantahan Sang Ayah: Hak Asuh Anak Bukan Keputusan Sepihak

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Diduga Pengendali Jaringan Narkoba di Planet Group, Basri Masuk DPO Bareskrim Polri

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketua IWO Batam Akan Bawa Kasus Perampasan HP Saat Peliputan Penggerebekan F1 Planet

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Methamphemine Seberat 2,6 Ton Berhasil Diamankan Bea Cukai

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Video Seks Mirip Gisel Viral, Ahli Telematika Roy Suryo Sebut Bentuk Pipi Pelaku Beda

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.