KEPRIONLINE.CO.ID, BATAM – Sejumlah warga Baloi poin mengeluhkan pembangunan Drainase dam baloi, pasalnya pembangunan drainase akan mengakibatkan tertutupnya akses masuk kedalam hunian warga sekitarnya.
Bahkan sejumlah tempat usaha bakal tutup akibat proyek tersebut.
“Kemaren sudah kita sampaikan kepada pihak BP-Batam, dan sudah berulang kali. Tapi belum ada solusi yang kami Terima.” Kata Sulaiman, warga baloi poin. Rabu (23/08/2022).
Proyek ini seperti terdesak kali pembangunannya, kata Sulaiman, padahal kalau pun hujan deras tempat kami tidak pernah banjir seperti tampat lain.
Paling tinggi air bila hujan deras dari ketinggian aspal jalan cuman 20 cm saja, dan tempat hunian kami tidak pernah masuk air.
Ini proyek seharus membuat nyaman warga dan pelaku usaha. Tapi proyek ini sudah membuat keresahan bagi warga.
“Kami berharap kepala BP Batam turun lah kesini, lihat lah pekerjaan ini. Proyek ini akan mematikan usaha warga,” tandas Sulaiman.
Seperti di ketahui proyek pembangunan drainase dam baloi menggunakan anggaran belanja dari BP Batam senilai Rp. 16.585.858.000.
Pelaksana pekerjaan PT. Fata perdana mandiri.
Pemerhati lingkungan kota Batam, Ir. Irvan Padri, menilai pembangunan drainese dam baloi ini baik untuk kedepannya. Namun untuk saat ini belum urgent sekali.
Pasalnya perlu kajian lagi oleh pihak konsultan agar antara lokasi lahan warga sekitarnya dengan pembangunan pengerjaan peninggihan tanah bisa berimbang.
“Coba kita lihat dampak dari pekerjaan proyek ini berakibat kan naik nya 1 meter lebih tanah dari lahan awalnya.” Kata Irvan. (SUMBER: GORDON SILALAHI).






