KEPRIONLINE.CO.ID,BATAM-Zainal Aripin berusia 30 tahun diduga gantung diri di Kampung Suka Damai Sei Pancur, Kelurahan Tanjung Piayu, Rabu malam, (30/12/2020).
Zainal sehari-harinya bekerja di industri pembuatan tempe tak jauh dari posisi ia gantung diri di Kecamatan Sei Beduk, Batam.
Orang yang pertama menemukannya temannya sendiri, Fajar. Dia ditemukan telah meninggal.
Laki-laki beristri ini, ditemukan gantung diri dengan menggunakan tali tambang jemuran. Pada posisi di bawah kaki korban, terdapat kursi yang diduga digunakan alat untuk gantung diri.
Kejadian itu sontak membuat warga di sana terkejut sehingga sempat terjadi kerumunan warga yang ingin melihat mayat korban.
Menurut Agus teman kerjanya, sebelum kejadian, mereka masih sempat bersama memanggang ayam di belakang tempat kerja.
“Kami mulai bakar bakar ayam sekitar jam 16:00. Kami masih ketawa-ketawa, merokok bersama-sama. Sekitar jam 18.30, saya tinggalkan Ipin dengan Fajar, lalu saya duduk di depan rumah,” ujar Agus.
Kepada BatamNow.com, Fajar juga senada dengan Agus. Mereka mengakui sebelum Zainal ditemukan gantung diri, mereka bersama bakar-bakar ayam.
Kata Fajar, setelah Agus pergi dari tempat bakar ayam, dia pun menyusul meninggalkan Zainal sendiri di belakang rumah tempat bakar ayam.
“Sekitar pukul 19.15 saya kembali ke tempat bakar ayam tadi. Saya terkejut menemukan Ipin dalam posisi gantung diri. Saya panggil Agus dan bosnya Zainal. Tubuh Zainal kami turunkan. Kami perkirakan dia baru gantung diri, soalnya jam 19.05 dia masih buat story WA dengan tulisan, celennng celennng,“ ujar Fajar
Ipin panggilan akrab Zainal Aripin, sudah hampir 2 tahun bekerja di industri pembuatan Tempe itu. “Istrinya sebagai TKW di Taiwan,” ujar Agus.
Menurut teman-temannya, Zainal sehari-harinya pendiam, tidak banyak bicara, tapi orangnya baik.
Menurut informasi dari temannya, Ipin akan dikebumikan di kampungnya, di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.
Mayat korban sudah dibawa polisi sekitar pukul 22.00 malam itu juga ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk dilakukan tes swab dan pemeriksaan medis.
Kematian Zainal (Ipin) menambah daftar kematian dengan cara gantung diri di Kota Batam.
Empat bulan terakhir atau dari September sampai dengan Desember 2020, BatamNow.com mencatat ada lima orang yang meninggal dengan cara gantung diri di Batam.
1.Rozali (59) ditemukan tak bernyawa akibat gantung diri di salah satu pohon Akasia di kawasan gedung Sumatera Expo, Batam Centre, Kota Batam. Rozali menggantungkan dirinya dengan sehelai kain syal warna hitam.
Senin ,16 November 2020 sekitar pukul 17.30, Ismadi (52) ditemukan tergantung di pohon kawasan hutan DAM Duriangkang, Kota Batam dengan menggunakan tali tambang.
2. Seorang nelayan bernama Ismadi yang pertama menemukannya.
Pria ini merupakan warga Mangsang, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam
Polisi mengamankan beberapa barang bukti di lokasi kejadian. Ada ember berwarna putih, tali tambang, nota pembuatan gigi palsu, dan satu unit mobil Agya warna merah dengan plat nomor BP 1985 TR.
3. TV (16) gadis remaja, asal India ditemukan gantung diri sekitar pukul 06.00 di rumahnya kawasan Perumahan Sukajadi, Kota Batam, Kamis (19/11/2020).
Perempuan belia ini diketahui masih bersekolah di salah satu sekolah internasional di Batam Centre.
4. Hadi Harjito (19), karyawan RM Sate Kendal, Nagoya, Kota Batam. Dia ditemukan tewas dengan leher tergantung di teralis kamarnya di lantai 2 Ruko Kompleks Bumi Indah Blok V No 31, Lubuk Baja, Batam, Jumat (20/11/2020).
Polisi menyebut jasad Hadi alias Jito ditemukan pukul 16.00 oleh temannya.
5. Dan mungkin yang terakhir pada detak-detik penghujung tahun 2020, yakni Zainal Aripin sendiri.
(Sumber BatamNow.com)






