Selasa, 23 Juni 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

PDIP Sebut SBY Bapak Bansos, Partai Demokrat Balas Madam Bansos

Kepri online
29 Mei 2021
di SERBA - SERBI
0
PDIP Sebut SBY Bapak Bansos, Partai Demokrat Balas Madam Bansos
Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

 

KEPRIONLINE,CO,ID,NASIONAL – PDIP menyinggung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Bapak Bansos Indonesia. Julukan itu disebutkan saat Hasto menjadi saksi penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.

Baca Juga

Bus Pariwisata Rombongan Jemaat Gereja Terguling di Pantai Melur Barelang, Diduga Akibat Rem Blong

Ansar dan BPKP Kepri Satu Visi, Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel

20 Juni 2026
5
Dugaan Selingkuh, Selegram Ayu Aulia Berkicau di Ulang Tahun Bupati Bintan

Dugaan Selingkuh, Selegram Ayu Aulia Berkicau di Ulang Tahun Bupati Bintan

3 Juni 2026
32

Hasto awalnya mengatakan perjanjian Batu Tulis antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri yang sudah tidak relevan lagi saat ini. Perjanjian itu sudah selesai pada Pemilu 2009 dengan hasil PDIP mengalami kekalahan.

“Tapi kalau prasasti Batu Tulis yang dimaksudkan dalam konteks politik Pak Prabowo-Bu Mega, ya pemilu sudah selesai 2009. Sehingga syarat-syarat untuk menjalankan pemerintahan bersama ketika menang pemilu kan terbukti saat itu kita kalah,” kata Hasto dalam diskusi Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Dari situ, Hasto lantas mengungkit adanya gugatan terkait suara kemenangan Pemilu 2004 dan 2009 yang penuh manipulasi. Hasto mengaku saat itu menjadi saksi dugaan manipulasi daftar pemilih tetap (DPT).

Menurut Hasto, manipulasi data itu berupa politisasi bantuan sosial (bansos) ala mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra. Hal itu membuat SBY mendapatkan julukan ‘Bapak Bansos Indonesia’.

“Meskipun sekarang karena konflik internal Partai Demokrat mulai ada suara-suara yang menggugat bahwa kemenangan Pemilu 2004-2009 ternyata penuh dengan manipulasi. Pada 2009, saya menjadi saksi bagaimana manipulasi DPT itu dilakukan,” ujarnya.

Hasto mengatakan adanya politik bansos itu berdasarkan hasil penelitian Markus Mietzner, yang kini menjadi peneliti politik Australian National University. Penelitian itu mencatat terdapat uang USD 2 miliar dari Juni 2008 hingga Februari 2009 yang dipakai untuk politik bansos.

Politik bansos itu, kata Hasto, ditiru oleh seluruh kepala daerah. Bahkan, menurutnya, kepala daerah berlomba mengadakan bansos sebagai bagian dari politik elektoral.

“Bagaimana politik bansos ala Thaksin itu dilakukan sehingga satu ada yang menjuluki SBY itu ‘Bapak Bansos Indonesia’. Karena memang penelitian Markus Mietzner itu menunjukkan bagaimana dari bulan Juni 2008 sampai Februari 2009 ada dana sebesar USD 2 miliar yang dipakai untuk politik bansos karena meniru strategi Thaksin politic populism,” ucapnya.

“Yang kemudian menyandera APBN kita karena kemudian ditiru oleh seluruh kepala daerah di Indonesia bagaimana berlomba mengadakan bansos sebagai bagian dari politik elektoral, tapi mengandung kerawanan dalam kestabilan fiskal di masa yang akan datang,” lanjut Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menilai politik kekuasaan juga dipakai saat itu. Dia lantas mengaitkan hal itu dengan kasus Bank Century.

“Bagaimana politik kekuasaan juga dipakai, bagaimana politik elektoral menggunakan dana yang begitu besar sehingga kasus Bank Century dan sebagainya, nah kita tidak ingin seperti itu. Politik itu menjadikan kekuasaan harus diperoleh dengan cara benar. Kami percaya kepada nilai-nilai bangsa ini kalau kekuasaan tidak diperoleh secara benar akan membawa karma politik berupa kesengsaraan lahir dan batin,” tutur Hasto.

PD Balas dengan Sindiran ‘Madam Bansos’

Elite PD Rachland Nashidik merespons pernyataan Hasto terkait SBY ‘Bapak Bansos’. Rachland menepis anggapan bansos sebagai instrumen elektoral.

Dia menyebut SBY menganggap bansos instrumen kesejahteraan sosial. Rachland lalu menyinggung PDIP ‘Madam Bansos’.

“Saya senang Hasto sebut SBY ‘Bapak Bansos’. Bagi SBY, bansos itu instrumen bagi kesejahteraan sosial karena pasar tak sensitif dengan kemiskinan. Bagi PDIP, bansos justru instrumen elektoral. Tak percaya? Coba Hasto tanya Mensos Juliari atau, bila dicegah KPK, pada Madam Bansos,” kata Rachland, melalui cuitan yang diunggah melalui Twitternya, Jumat (28/5) malam.

Menurutnya Rachland, pernyataan karma politik itu seharusnya disampaikan Hasto kepada rekannya ‘Madam Bansos’ serta kubunya. Bukan malah melempar ke orang lain.

“Sebenarnya bukan urusan kita bila Sekjen PDIP Hasto bermaksud menegur rekan separtainya, yaitu Madam Bansos dan kubunya, bahwa kekuasaan dengan cara salah bisa mengakibatkan karma politik. Korupsi bansos memang sangat hina. Tapi ksatria dong, jangan nampar dengan tangan orang,” ujarnya. (detik.com)

foto detik
Sebelumnya

Koramil 01 Tanjung Balai karimun Ikuti Apel Siaga Siaga Pemutusan Covid 19

Berikutnya

Ini Tampang AA, Pria Pembunuh Wanita di Hotel di Menteng

Berita Terkait

Bus Pariwisata Rombongan Jemaat Gereja Terguling di Pantai Melur Barelang, Diduga Akibat Rem Blong
SERBA - SERBI

Ansar dan BPKP Kepri Satu Visi, Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel

20 Juni 2026
5
Dugaan Selingkuh, Selegram Ayu Aulia Berkicau di Ulang Tahun Bupati Bintan
SERBA - SERBI

Dugaan Selingkuh, Selegram Ayu Aulia Berkicau di Ulang Tahun Bupati Bintan

3 Juni 2026
32
GAMKI Batam Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Soroti Keadilan Ekologi dan Nasib Masyarakat Adat Papua
BATAM

GAMKI Batam Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Soroti Keadilan Ekologi dan Nasib Masyarakat Adat Papua

17 Mei 2026
42

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Dua Oknum Diduga PNS Bintan Mesum di Pantai Trikora Dipanggil Hari Ini, Ternyata Pegawai Honorer

    Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Sengketa Lahan Batu Licin Memanas, PT MBCW Keberatan Pengajuan AMDAL PT ANP

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Jumaga Nadeak Kontingen Pesparawi dari Kepri Merupakan Pilihan Tuhan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dua Kasus Pencurian di Kundur Berhasil Diungkap, Polsek Kundur Amankan Dua Pelaku

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kesal Tak Diajak Berhubungan Badan, Tante Di Riau Ajak Keponakan Dan Suami Main Bertiga

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pelajar Dukung Program MBG, Mengapa Justru Dicemooh?

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Hampir 50 Persen Warga Batam Tak Miliki Akta Kelahiran

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Bus Pariwisata Rombongan Jemaat Gereja Terguling di Pantai Melur Barelang, Diduga Akibat Rem Blong

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • 207 Petugas Diterjunkan, Karimun Siap Petakan Kekuatan Ekonomi Daerah Lewat Sensus 2026

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen, Ansar Minta KADIN Percepat Lahirnya Pelaku Usaha Baru

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.