KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih marak terjadi di berbagai daerah.
Mirisnya lagi, terkadang permasalhan dipicu hal-hal yang sepele. Tidakjarang kasus KDRT berujung kepada kematian.
Kali ini seorang mama muda menjadi korban penganiayaan suaminya sehingga berujung kepada kematian. Kasus tersebut terjadi di Arab.
Masalahnya juga sepele, gara-gara istrinya meminta uang 1 dirham atau setara Rp 4000 kepada suaminya untuk membeli bahan pokok.
Nasib nahas dialami wanita yang baru saja menikah 20 hari ini.
Dilansir dari Tribunstyle.com dari media setempat insiden tersebut terungkap ketika seorang pria ditangka polisi usai menerima laporan penemuan tubuh wanita berlumuran darah di apartemen.
Wanita tersebut ternyata dianiya suami hingga tewas.
Pengakuan pelaku, dirinya dan istri yang baru saja dinikahi sempat bertengkar. Korban meminta 1 dirham atau sekitar Rp 4000 untuk membli kebutuhan pokok.
Pria tersebut menolak permintaan istrinya tersebut. Sehingga keduanya bertengkar. Emosi sang suami akhirnya gelap mata dan mengambil pisau dapur dan menikam istrinya tersebut.
Hasil penyelidikan pihak berwajib, Korban ternyata masih anak di bawah umur. Korban dipaksa menikah oleh ibunya setelah ayah korban meninggal dunia.
Selain suaminya, ibu korban juga ditangkap polisi karena memaksa putrinya menikah di usia muda. Kasus serupa pun pernah terjadi di Tanah Air, tepatnya di Kabupaten Bandung Jawa Barat
Mama Muda Dibacok Suami, Kesal Sering Hutang Sana Sini Kerap Main Medsos dan Selingkuh. Seorang mama muda berinisial NI (21) dilarikan ke rumah sakit akibat sekujur tubuhnya terluka.
Kasus KDRT mama muda asal Desa Cipedes, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terluka dibacok oleh suaminya ET (25).
Penganiayaan tersebut dilakukan ET bukan tanpa alasan. Ia kesal istrinya selingkuh dengan pria lain. Tak cukup disitu saja, ET tambah kesal istrinya kerap bermain media sosial hingga hutang sana sani tanpa sepengetahuannya.
Menurut Wakapolresta Bandung, AKBP Dwi Indra, peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, 26 September 2021, Sekitar jam 18.00 WIB.
“Korban sodari NI dan pelaku sodara ET memiliki hubungan suami istri yang sah. Untuk motif KDRT sendiri adalah masalah rumah tangga,” kata Indra, Rabu (17/11/2021).
Indra mengatakan, korban sering meminjam uang tanpa sepengetahuan pelaku.
“Satu lagi, sering main hanphone tanpa sepengetahuan pelaku, (menghubungi seseorang melalui media sosial),” kata Indra.
Indra mengatakan, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
“Karena memang pelaku melakukan tindak kekerasan berupa pembacokan,” katanya.
Menurut Indra akibat hal tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian punggung sebelah kiri dan kanan, luka robek pada bagian kepala belakang.
“Luka robek bada bagian tangan kanan dan kiri mengenai pada jari, luka robek pada bagian paha sebelah kanan. Sekarang kondisi korban dalam keadaan rawat jalan,” tuturnya.
Adapun Pelaku kata dia, berhasil ditangkap Jumat 29 Oktober 2021 sekitar pukul 09.00 Wib di daerah Kabupaten Sukabumi.
“Sedangkan barang bukti yang diamankan sebilah senjata tajam jenis golok dengan panjang kurang lebih 40 centimeter, dengan gagang terbuat dari kayu berbentuk kepala ular, warna kuning,” ujarnya.
Sementara tersangka ET mengaku, tega melakukan hal itu karena istrinya selingkuh, minjam uang.
“Main handphone facebookan, selingkuhnya sudah 6 tahun, iya dia maen medsos, saya cemburu,” katanya.
ET mengatakan, menganiaya istrinya menggunakan golok karena kesal.
“Sekarang menyesal karena saya sudah melakukan itu kepada istri saya,” katanya.
Menurut ET, ia belum pernah memergoki istrinya sekingkuh secara langsung.
“Tapi ketahuan di facebook saja,” ucapnya.
Indra menegaskan, atas perbuatan tersebut pelaku dapat di sangkakan telah melakukan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat 2 UU RI No. 23 Tahun 2004 Sub. Pasal 351 ayat 1 KUHPidana.
“Ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” ucapnya.
Sementara itu di Jawa Tengah, seperti diberitakan GridPop.ID sebelumnya, korban seorang wanita dibunuh saat sedang berisitirahat oleh suaminya sendiri.
Istri pelaku diketahui pulang dari bekerja sebagai karyawan konveksi, sesampainya di rumah pasutri itu sempat terlibat cekcok.
“Namun sesampainya di rumah terjadi percakapan yang menyebabkan pelaku tersinggung,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, dikutip dari TribunJateng.com, Senin (17/1/2022).
“Hal ini menyebabkan terjadinya peristiwa pembunuhan. Pelaku menusuk korban dengan menggunakan pisau.”
Saat itu pelaku diminta mencari pekerjaan oleh korban, tapi ia beralasan sakit.
“Istrinya mengarahkan carilah pekerjaan,” ungkapnya.
Pelaku mengaku jika aksi nekatnya dilakukan karena sakit hati sering dimarahi korban lantaran ia tak memiliki pekerjaan.
“Iya benar istri saya juga sering marah-marah karena saya menganggur,” ujar pelaku.
“Hal ini menyebabkan saya kehilangan konsentrasi dan tidak bekerja,” tandasnya. (SUMBER: TRIBUN-MEDAN.com).






