KEPRIONLINE.CO.ID, BATAM – Batam pernah menjadi 3 besar kunjungan wisman se Indonesia, pada tahun 2019 ada 1.947 juta (12%) wisman yg berkunjung ke Batam.
Kunjungan wisman terbesar pertama adalah Bali, dengan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 6,3 juta orang (39,1%). Sedang DKI Jakarta menempati urutan kedua sebesar 2,045 juta wisman (12,7%), sedangkan total wisman se Indonesia 16,11 juta orang.
Tetapi perlu diingat Batam hanyalah Kota, sedangkan Bali dan DKI Jakarta adalah provinsi.
Dengan kata lain Batam adalah kota utama di Indonesia untuk kunjungan wisman. Yogyakarta yang terkenal dengan keunikan budayanya, masih kalah dengan batam.
Demikian juga dengan Sumatera Utara yang terkenal dengan keindahan alam Danau Tobanya, masih kalah dengan Batam, utk kunjungan wisman.
Jadi apa keunikan Kota Batam? Tidak lain, karena lokasi yang dekat dengan Singapore dan Malaysia. Dan terbukti pada tahun 2019 wisman kedua negara ini ke Batam sebanyak 72% dari total wisman yang ke Batam.
Mereka datang ke Batam bukan karena budaya atau keindahan alam, tetapi karena weekend. Orang Singapore dan Johor ke Batam ibarat orang Jakarta ke puncak, mereka ber-weekend untuk refeshing melepas kejenuhan sehari-hari mereka.
Bila sebelum pandemi 2020 wismam ke Batam mencapai 1,9 juta orang, mungkinkan kita menaikan lagi, katakanlah sampai 3 juta wisman ke Batam.
Pada tahun 2019, jaman sebelum pandemi, wisman yang datang ke Batam sekitar 1,9 juta orang, dimana wisman dari Singapore dan Malaysia sekita 70% atau 1,33 juta orang.
Saat itu Penduduk Singapore sekitar 5,5 juta dan Johor Malaysia sekitar 500 ribu. Bila bisa di gaet 1% saja untuk berweekend ke Batam tiap minggu, maka akan ada 60 ribu wisman dari kedua negara yang berweekend setiap minggu ke Batam. Artinya dalam setahun ada sekitaf 3,2 juta wisman.
Maka wisman yang datang ke Batam total sekitar 4 juta orang. Setiap wisman membelanjakan uang, rata2 US$ 300 per wisman. Atau dalam setahun Batam bisa mendapatkan US$ 1,2 milyar atau Rp 16,8 T. Suatu jumlah yang fantastis, karena 5x APBD kota Batam atau 4x APBD Provinsi Kepri.
Mungkinkah itu bisa tercapai? Mungkin saja asalkan kebijakan pariwisata Batam, bisa dikembangkan tepat sasaran. Bagaimana caranya?
Pertama kita harus tanamkan paradigma, turis di Batam untuk orang Singapore dan Malaysia adalah Wisata Weekend, bukan karena keindahan alam atau keunikan budaya.
Perlu kiat-kiat khusus untuk menaikan wisata weekend dari kedua negara ini. Apa yang perlu di benahi:
Permudah cara pembelian tiket perjalanan ke Batam.
Pemko atau Pemprov perlu membuat suatu aplikasi yang memudahkan orang di Singapore atau di Johor gampang membeli tiket ferry ke Batam.
Kalau perlu mereka bisa memakai aplikasi semacam Traveloka utk membeli tiket perjalanan dan hotel di batam. Kalau perlu mereka tinggal membuka handphone dan membayarnya secara elektronik dari hp.
Tingkatkan ketersediaan Ferry yang cukup nyaman ke Batam.
Yang sekarang sudah cukup nyaman, hanya mungkin bisa lebih ditingkatkan dan diperbanyak, sesuai kebutuhan wisman ke Batam. Tingkatkan kenyamanan pelabuhan ferry international di Batam. Kalau perlu dapat ditiru Harbour Front di Singapore.
Benahi sistem taxi di Batam.
Pemko/Pemprov harus bisa membenahi taxi online di batam. Orang di Singapore dan Malaysia terbiasa memakai Taxi Uber atau Grab, pemko/pemprov harus membina taxi online ini dan taxi konvensional, agar turis tidak bingung apalagi takut memesan taxi di Batam.
Perbanyak dan tingkatkan fasilitas hotel di Batam. Hotel di Batam sudah banyak dan memadai, tinggal meningkatkan pelayanan hotel. Selain memperbanyak hotel, Pemko/Pemprov juga perbanyak fasilitas weekend di batam. Misalnya dengn memperbanyak dan meningkatkan kenyamanan lapangan golf, seafood restoran, tempat refreshing: refleksi, salon, cafe dll.
“Bila ini dapat dilakukan dengan baik, yakin jumlah wisman ke batam bisa mencapai 4 juta wisman”, ucap Ir. Wirya Putra Sar Silalahi, selaku anggota DPRD Provinsi Kepri.
Wirya menambhkan “Bila ini semua ini bisa dibenahi, akan membuat wisman singapore dan johor, semakin banyak yang ke batam dan target 1% warga kedua negara tersebut yang weekend ke batam akan tercapai. Artinya wisman ke Batam akan mencapai 4 juta wisman setahun”, ucapnya mengakhiri, Rabu, (27/04/2022). (SUMBER: ITB Kepri).





