Keprionline.co.id, Batam – Pendaftaran calon Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kota Batam periode 2026–2031 resmi ditutup. Pada Senin (02/02/2026). Momentum penutupan ini ditandai dengan kehadiran Jhonson F Sibuea, yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat Ketua GAPENSI Batam, sekaligus menjadi sorotan utama dalam dinamika organisasi jasa konstruksi nasional tersebut.
GAPENSI sendiri merupakan asosiasi strategis yang menaungi para pelaku jasa konstruksi nasional, berperan penting dalam mendorong profesionalisme, keberlanjutan usaha, serta sinergi antara dunia usaha dan kebijakan pembangunan daerah. Di Batam, GAPENSI dipandang sebagai mitra kunci dalam menopang pertumbuhan infrastruktur dan investasi.
Dalam keterangannya kepada media, Jhonson F Sibuea menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan dukungan yang ia terima di hari penutupan pendaftaran. Ia menegaskan bahwa keputusannya maju bukanlah langkah personal semata, melainkan hasil dari dorongan kolektif para anggota dan mitra GAPENSI.
“Saya mengucapkan terima kasih. Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran untuk maju sebagai calon Ketua GAPENSI Kota Batam periode 2026–2031. Saya sangat bersyukur karena didampingi oleh kawan-kawan yang memberikan dukungan penuh kepada saya,” ujar Jhonson.
Menurutnya, GAPENSI bukan sekadar organisasi, tetapi rumah besar bagi pelaku jasa konstruksi yang harus dikelola dengan visi, integritas, dan keberpihakan kepada anggota. Ia menilai fondasi GAPENSI Batam selama ini sudah baik, namun masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.
“Kalau saya dipercaya dan terpilih oleh kawan-kawan, saya berkomitmen untuk membuat GAPENSI menjadi lebih baik lagi. Yang sebelumnya sudah baik akan kita perkuat, dan yang masih kurang akan kita benahi bersama,” tegasnya.
Jhonson juga menekankan pentingnya memperluas peran GAPENSI di Kota Batam, baik dalam aspek advokasi, peningkatan kapasitas anggota, hingga memperkuat posisi tawar pengusaha lokal di tengah ketatnya persaingan industri konstruksi.
“Secara pribadi, saya ingin membawa nama GAPENSI ini lebih besar lagi di Kota Batam. GAPENSI harus tampil sebagai organisasi yang solid, profesional, dan menjadi rujukan utama dalam sektor jasa konstruksi,” tambahnya.
Proses pendaftaran calon Ketua GAPENSI Batam sendiri berjalan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh Steering Committee (SC). Salah satu syarat utama adalah pemenuhan dana pendaftaran sebesar Rp100 juta, yang telah disiapkan dan dipenuhi oleh Jhonson F pada saat pendaftaran.
“Semua persyaratan yang ditetapkan panitia SC sudah kami penuhi, termasuk dana pendaftaran sebesar seratus juta rupiah. Ini bagian dari komitmen dan keseriusan kami dalam mengikuti proses organisasi secara tertib dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Penutupan pendaftaran ini juga menandai semakin mengerucutnya kontestasi menuju Muscab GAPENSI Kota Batam. Tercatat, selain Jhonson F, satu kandidat lain yang telah mendaftar adalah figur yang dikenal sebagai mantan Bendahara Umum KPU Kota Batam.
Panitia SC GAPENSI Kota Batam menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat yang telah mendaftarkan diri, seraya menegaskan bahwa seluruh tahapan akan dilaksanakan secara transparan, demokratis, dan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Dengan ditutupnya pendaftaran, perhatian kini tertuju pada tahapan berikutnya, yakni proses verifikasi, penyampaian visi-misi, hingga pemilihan Ketua GAPENSI Kota Batam yang diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
Bagi Jhonson F, pencalonan ini bukan sekadar kontestasi jabatan, melainkan amanah perjuangan organisasi. Ia menegaskan kesiapannya untuk merangkul seluruh elemen GAPENSI demi kemajuan bersama.
“Terima kasih kepada semua pihak, kepada panitia, dan kepada kawan-kawan yang sudah mendaftar. Siapapun yang terpilih nanti, yang terpenting GAPENSI tetap solid dan menjadi kekuatan utama jasa konstruksi di Kota Batam,” pungkas Jhonson.






