Keprionline.co.id, Anambas – Masyarakat Kepulauan Kabupaten Anambas ( KKA ) resah melambungnya harga cabai yang tinggi di pasar tradisional Tarempa.
Selain menjadi Pokok utama dalam membuat masakan bagi masyarakat Anambas, ditambah belum terbiasanya menggunakan cabai bubuk.Hal ini yang menjadikan harga cabai segar sangat diperhatikan oleh masyarakat.
Pedagang pasar tradisonal Tarempa Ricky mengatakan “Harga cabai di beberapa daerah terpantau sudah cukup tinggi apalagi stock cabai di Tarempa sangat minim dan Pemasok diambil melalui daerah lain seperti Tanjungpinang,Batam harga yang semula hanya Rp.80-90 ribu kini melambung tinggi menjadi Rp120-130 perkilo,” Ungkapnya (15/11).
Kondisi per hari ini kondisi cabai memang dalam kondisi yang cukup sulit dan cukup memprihatinkan harga cabai rawit merah terus mengalami peningkatan namun tidak dikuti kebutuhan pokok lainya menurun seperti, beras sebelumnya dijual dengan harga Rp360.000/karung saat ini menjadi Rp.150.000/karung,Tepung dan Gula Rp.10.000/Kilogram dan Telur ayam pada harga Rp.45.000/Papan,” jelas Almaini salah satu pedagang sembako di Tarempa. ( Ko / Red )





