Keprionline.co.id, Karimun – Kelangkaan gas Elpiji 3 kg bukanlah hal yang aneh bagi masyarakat Kepulauan riau khususnya Kabupaten Karimun. Bahkan kelangkaan gas Elpiji 3 kg hingga saat ini masih menghantui masyarakat Karimun.
Komisi II DPRD Karimun, Raja Rafiza menilai jika pengoperasian Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menjadi langkah tepat untuk mengatasi fenomena kelangkaan gas elpiji 3 kg di masyarakat.
Namun sayangnya, pembangunan SPBE di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun diharapkan dapat melakukan pengisian gas elpiji 3 kg, 5 kg maupun 12 kg terlahang letak zonasi.
Kabid ESDM Disdagkop, UMKM, ESDM Kabupaten Karimun, Dr Vandarones Purba mengatakan, SPBE Karimun berada pada wilayah izin usaha kelistrikan PT Soma Daya Utama.
Keberadaan PT Soma Daya Utama di daerah Zona Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ), sehingga PT PLN tidak boleh menyalurkan listrik di wilayah tersebut.
Itu sebabnya, Ketua Komisi II DPRD Karimun, Raja Rafiza, mengatakan jika tidak terhalang dengan aturan yang dibuat pemerintah pusat, SPBE dapat dialiri Listrik oleh PLN Karimun.
“Seharusnya kalau tidak ada zona itu PLN sudah bisa masuk dengan begitu SPBE bisa beroperasi, maka kelangkaan gas itu akan sangat minim,” kata Raja. Kamis (9/11/2023)
Untuk itu, pihaknya beberapa kali telah menggelar rapat bersama PT Palu Gada Karimun Sejahtera, PT Soma Daya Utama, serta Disperindag Karimun untuk mencari solusi atas masalah tersebut.
Pada rapat sebelumnya, PT Soma sempat menyarankan PT Palu Gada untuk melayangkan surat sebagai salah daftar konsumen, sehingga pasokan listrik ke SPBE bisa segera terealisasi.
“Saya pikir surat itu sudah masuk lah, setelah hearing kemarin memang kami belum ada komunikasi lagi, yang jelas untuk opsi lain kami sudah ke provinsi yang menjadi kewenangan PLN,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Raja, PT Soma juga tetap harus memberikan kepastian serta dapat berdiskusi jika menemui kendala untuk memasok listrik ke SPBE.
“Makanya kita minta Soma memberikan solusi, sampai menunggu mereka juga beroperasi. Jika ada kendala di pemerintahan bisa diskusikan,” ujar Raja.
Ia menambahkan, pengoperasian SPBE akan dapat mengatasi kelangkaan gas yang terjadi. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh gas elpiji 3 kg dengan harga yang relatif lebih murah.
“Kalau biasa per tabung itu Rp 25 ribu, ini bisa di bawah itu. Makanya hal ini yang terus kita kejar, terutama agar tidak terjadi lagi kelangkaan gas yang menyulitkan masyarakat,” tutupnya. (red)






