KEPRIONLINE,CO,ID,NASIONAL – Isu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko diduga mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum Partai Demokrat dinilai tak berdasar.
“Kepanikkan Agus Harimurti Yudhoyono dalam menyikapi persoalan rumit membesarkan partai Demokrat tidak harus melibatkan Muldoko untuk pencitraan yang terbilang sangat lebay”. ungkap Ketua Umum Gerakan Masyarakat Aktifis Relawan (Gemar Indonesia Jaya) Lendry,SM,SH, Selasa (09/02/2021) kepada keprionline.
Tuduhan itu sangat ngawur dan tidak seharusnya dilakukan. Apalagi Moeldoko disebut mendapatkan restu dari Presiden Jokowi atas isu kudeta Partai Demokrat itu. Wah, ini tambah ngawur lagi, ucap Lendry seraya tersenyum.
Kebangetan deh, kalau Moeldoko di isukan kudeta Ketum AHY dengan beberapa DPC dan tidak sampai 10 DPC/DPD, “bagaimana bisa dalam tubuh Partai besar orang luar bisa mengkudeta Ketua Umum, apakah itu sudah sesuai AD/ART, hal yang sangat tidak mungkin terjadi”, ujarnya
Ditambah lagi isu yang melibatkan Presiden RI, seolah-olah Jokowi mengizinkan dan merestui. Itu narasi yg sudah sangat tidak mungkin. Sebagai Presiden RI Jokowi saat ini, Semakin hari makin dicintai seluruh Rakyat Indonesia dan didukung partai koalisi yang solid, jadi aneh memerintahkan seorang Muldoko utk mengambil alih suatu partai?, apa urgensi nya Jokowi berbuat demikian?, Itu hanya Halusinasi tingkat tinggi, jelas Lendry
“Tolonglah hentikan semua sandiwara untuk pencitraan AHY. Justru seorang Mantan Panglima di era pak SBY yang dituduh kudeta malah bakal mendapat simpati dari Rakyat yang mengerti tentang AD/ART suatu partai”, katanya
Jadi hentikan saja tuduhan Muldoko mengkudeta dan membuat narasi baru untuk kepentingan Capres 2024. “Saya berharap atas tuduhan terhadap Moeldoko mendapat simpati dari rakyat Indonesia dan bisa saja terjadi kenyataan Muldoko Capres 2024. Dan anda AHY yang rugi besar karna tdk mendapat keuntungan apa-apa dari berita kudeta tersebut”. Jelas Lendry. (OKI)






