Keprionline.co.id, Nasional – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan. Hal ini lantaran muncul tren kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara, seperti Singapura dan Amerika Serikat (AS).
Budi mengimbau masyarakat kembali melakukan vaksinasi Covid-19, baik yang belum pernah divaksinasi atau yang pernah tapi sudah lama. Budi menyebut sampai akhir Desember 2023 vaksinasi bisa dilakukan secara gratis alias tidak dipungut biaya, Rabu (13/12/2023)
“Saya imbau masyarakat yang belum divaksinasi, atau sudah lama vaksinasinya, mumpung sampai Desember ini kan masih gratis, ya itu dimanfaatkan saja,” ujarnya.
Budi juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengenakan masker dan mencuci tangan guna mencegah penularan Covid-19 atau virus corona. Hal ini karena kesadaran masyarakat akan ancaman penyakit tersebut mulai menurun.
Terkait kasus Covid-19 di Indonesia, mantan Wakil Menteri BUMN ini mengakui ada peningkatan. Namun secara umum situasi di tanah air ucap Budi masih aman dan terkendali.
“Kita juga melihat ada kenaikan. Cuma kan memang bagusnya kita masih ada vaksinasi. Kalau itu divaksin, kita seharusnya bisa bagus,” bebernya.
Budi menuturkan berdasarkan laporan yang dterimanya, jumlah pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit masih rendah. Hal ini sekaligus membuktikan vaksinasi yang telah dilakukan membawa manfaat dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.
“Tapi untuk yang masuk RS kita nggak melihat (peningkatan) memang ada peningkatan dari yang kena, tapi karena imunitasnya sudah bagus dengan vaksinasi jadi bagus,” tutur Budi.
Sebelumnya Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan terjadi kenaikan kasus penularan Covid-19. Pada periode 19-25 November, kasus Covid-19 di negara tetangga itu naik dua kali lipat menjadi 22.094.
Pemerintah Singapura pun mengimbau warganya melakukan vaksinasi tambahan.
Kementeran Kesehatan atau Ministry of Health (MOH) Singapura menerangkan mayoritas kasus Covid-19 saat ini adalah subvarian Omicron EG.5 dan KH.3. Kedua subvarian yang disebut ‘Eris’ itu berkontribusi terhadap lebih dari 70 persen kasus yang ditemukan. (Red)






