Keprionline.co.id, Batam – Berdasarkan data BP Batam dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang semester I 2023 di Kota Batam masih di dominasi oleh Negara Singapura mencapai USD 100.607,6 juta dengan nilai proyek sebanyak 455.
Nilai investasi ini masih kalah dengan Francis dengan nilai USD 29.119,4 juta dan Hongkong sebanyak USD 15.945,6 juta dan dua Negara ini masuk kategori 2 dan 3 investasi terbesar di Kota Batam, sementara untuk 10 besar nilai investasi seperti Kepulauan Virgin Inggris (USD 675,0 juta), Jepang (USD 1.981,7 juta), Swiss (USD 1.805,3 juta), Tiongkok (USD 6.422,9 juta), Jerman (USD 5.052,4 juta), Malaysia (USD 4.105,3 juta) dan Amerika Serikat (USD 2.791,7 juta).
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan, Sebenarnya masih ada beberapa melirik kota Batam untuk berinvestasi karena letak wilayah kota Batam yang srategis, Tentu masalah wilayah ini harus kita mamfaatkan sebaik mungkin untuk menarik investasi masuk ke Kota Batam.
“Selain itu, kita juga meminta kepada warga Kota Batam untuk menjaga Kota Batam untuk tetap kondusif dan jangan terjadi konflik karena hal ini bisa berdampak pada investor yang mau berinvestasi di Kota Batam, kata Ariastuty Sirait. ( Jantua ).






