Keprionline.co.id, Nasional – Pulau Cocos berada di tengah-tengah Samudra Hindia, yang masih berada di bawah wilayah Australia. Pulau yang hanya memiliki luas kurang lebih 14 km2. Namun pulau ini tidak kalah indah dibandingkan dengan pulau-pulau yang ada di seluruh dunia.
Pulau Cocos memiliki pemandangan yang luar biasa, dengan pasir putih, pohon kelapa yang subur dan air laut yang sangat biru, seperti layaknya di film-filim.
Diketahui, dulu pada masa pemerintahan kolonial Belanda, banyak budak yang dibawa pihak penjajah ke tempat ini, salah satunya Kapten John Clunies-Ross asal Skotlandia yang pada 1814 mengarungi lautan dengan membawa sejumlah budak asal Jawa dan Melayu.
Kapten Clunies-Ross memutuskan untuk berhenti dan membangun kehidupan disana.
Di tengah kehidupan yang baru, rupanya banyak budak yang masih membawa kebiasaan dan budaya mereka dari Indonesia.
Pulau Cocos letaknya tidak jauh dari Indonesia, namun penduduk ini berada dibawah Pemerintahan Australia. Kebutuhan sehari-hari penduduk ini disuplai dari pesawat terbang yang datang dua kali seminggu dari Perth.
Di pulau Cocos ini hanya memiiki sekolah jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun jika penduduk sekitar pulau ini ingin melanjutkan sekolah tingkat SMA atau kuliah, maka penduduk tersebut akan pergi ke Perth, Indonesia bahkan Malaysia.
Meski pulau ini milik Australia, namun memiliki ikatan batin tersendiri dengan kita, orang Indonesia. Sebab di sini masih tersimpan segala peninggalan yang sebagian besar berasal dari orang-orang Jawa dan Melayu sebagai nenek moyang mereka.
Sebab di sini masih tersimpan segala peninggalan yang sebagian besar berasal dari orang-orang Jawa dan Melayu sebagai nenek moyang mereka.
Fasilitas kendaraan yang ada di pulau ini antara lain Mobil Buggy, ATV, serta mobil-mobil biasa namun jumlahnya terbatas.
Untuk transporasi antar dua pulau, terdapat dua kapal feri yang berangkat setiap jam.
Masing-masing penduduk juga memiliki perahu motor pribadi untuk memancing atau saat butuh pergi ke pulau lain tanpa ferry. (p23)






