Keprionline.co.id, Tanjungpinang – Dorong pengembangan potensi dan kreatifitas anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang gelar Jambore Anak di Lapangan Pamedan Ahmad Yani Tanjungpinang, Sabtu (27/5/2023).
Kegiatan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP.,M.M, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Zulhidayat, S.Hut, Inspektur Daerah Drs. Surjadi, Kadis DP3APM Rustam, dan sejumlah pimpinan OPD, Perwakilan DP3AKB Provinsi Kepri, Ketua TP PKK, Ketua GOPTK, Ketua IGRA, Ketua Himpaudi, Ketua PUSPA, Ketua PATBM, Camat dan Lurah se- Kota Tanjungpinang.
Dalam sambutannya Rahma menyampaikan, setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Menurutnya, anak juga harus mendapatkan ruang dalam pemenuhan haknya, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, bahkan anak juga berhak mengekspresikan impian dan harapannya.
“Diantara hak anak yang harus kita penuhi adalah hak anak untuk mendapat ruang bagi pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya,” ujarnya.
Jambore Anak ini, lanjut Rahma, sebagai pembelajaran, berbagi pengalaman, silaturahmi, sekaligus sarana peningkatan anak untuk berkreasi dan mengembangkan diri, serta mengenal budayanya.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun karakter dan menumbuhkan sikap disiplin, jujur, sportif sebagai generasi penerus bangsa.
“Dengan memberi ruang bagi anak dalam tumbuh kembangnya semoga motorik kasar dan motorik halusnya berkembang dengan baik,” ujarnya.
Kepada para orang tua yang mendampingi putra putrinya, Walikota juga berpesan agar melihat potensi dan bakat anak-anaknya agar dapat mengarahkan perkembangan mereka secara selaras, tidak semata- mata memaksakan kehendak orang tua.
Rahma berharap adanya kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi untuk menjadi anak yang berprestasi dan unggul, membantu mendorong anak-anak menciptakan iklim dan suasana yang kondusif serta kompetitif dalam pengembangan dirinya.
“Melalui jambore ini diharapkan memberikan ruang bagi anak, serta kita sebagai orang tua dan orang orang yang ada di sekitar anak, lebih mengenal potensi yang dimiliki oleh anak,” imbuhnya.
Bersamaan dengan pembukaan jambore tersebut, Walikota juga sekaligus melaunching buku Merajut Mimpi Kota Layak Anak, hasil karya 22 anak peserta pelatihan menulis online yang diselenggarakan Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak ( PUSPA ) Kota Tanjungpinang.
Sementara itu, Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan, jambore ini merupakan yang kedua kali digelar pihaknya setelah pandemi COVID-19. Jambore Anak ini dilaksanakan dalam rangka perlindungan anak dan pemenuhan hak anak.
Menurutnya, anak merupakan aset dan sumber daya pembangunan yang jumlahnya cukup signifikan, dengan persentase 30 persen dari seluruh jumlah penduduk Kota Tanjungpinang atau sekitar 80 ribu anak.
“Perlindungan dan pemenuhan hak anak ini adalah merupakan satu amanah yang sudah ditetapkan dalam undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dimana disebut anak-anak diberi hak untuk hidup, untuk tumbuh kembang, untuk perlindungan dan hak untuk berpartisipasi,” jelas Rustam.
Rustam mengungkapkan, pemenuhan hak anak dan perlindungan anak lebih dikonkretkan lagi dalam satu skema pembangunan menuju kota yang ramah anak dan kota layak anak.
Dimana terdapat lima indikator di dalamnya yang terbagi dalam lima klaster yaitu pemenuhan hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak untuk mendapatkan penanganan atas kesehatan dan kesejahteraan, hak atas pendidikan pemerataan peluang dan seni budaya, serta hak atas perlindungan dari kemungkinan terjadi kekerasan.
“Terlaksana jambore ini adalah bagian dari implementasi pemenuhan hak anak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang, seni dan budaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada tujuh jenis lomba yang dilaksanakan dalam jambore anak ini dengan jumlah peserta keseluruhan 576 orang. Terdiri dari lomba yel-yel dari forum anak kelurahan sebanyak 90 peserta, lomba marawis dari forum anak kecamatan sebanyak 112 orang, lomba baca puisi dari pelajar SMP sebanyak 12 orang.
Selanjutnya lomba dramatisasi gurindam 12 dari forum anak kelurahan sebanyak 90 orang, lomba mewarnai dari PAUD, kelompok bermain anak sebanyak 116 orang, lomba menggambar dari TK dan RA sebanyak 120 orang, serta lomba berbalas pantun dari siswa siswi SD sebanyak 36 orang.
“Diharapkan dengan jambore ini dapat meningkatkan kreativitas seni budaya dan perlindungan anak di kota Tanjungpinang,” imbuhnya.






