KEPRIONLINE.CO.ID, Nasional – Badan Meteorologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG), mengungkap bahwa kota Padang, Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah Indonesia yang beresiko gema bumi dan tsunami tinggi.
Hal ini dibuktikan dari letak pantai pantai dibagian barat berhadapan dengan zona sumber gempa bumi Megathrust.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikora Karnawati pada saat kata sambutannya di Hari Peringatan Kesiapsiagaan Bencana Kota Padang, Senin (3/10/2022).
Diketahui, zona gempa bumi Megathrust memiliki potensi magnitudo gempa yang cukup besar sehingga membuat Kota Padang berpotensi tsunami parah yang parah dan merusak.
Tak hanya Kota Padang, ternyata daerah di bagian Pantai Barat Sumatera yang terbentang dari Aceh hingga Lampung juga berpotensi mengalami gempa yang parah.
“Situasi ini berpotensi membangkitkan gempa besar dan merusak. Berdasarkan kajian para ahli, segmen tersebut menyimpan potensi magnitudo maksimum hingga 8,9”, ujar Dwikora.
“Potensi gempa saat ini sangat besar, pemerintah harus menyiapkan langkah mitigasi komprehensif guna mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang besar serta mendorong pemerintah untuk menyiapkan masyarakat agar siap siaga dan tidak gagap dalam mengahadapi ancaman gempa dan tsunami”, beber Dwikora.
“Berdasarkan catatan Katalog Tsunami BMKG, Sumatera Barat pernah mengalami tsunami beberapa kali yaitu pada tahun 1797, 1833, 1904, dan 1935. Di samping itu, dalam pemodelan tsunami BMKG, menunjukkan bahwa tinggi gelombang tsunami di pesisir Kota Padang akibat gempa bumi skenario terburuk Magnitudo M8,9 dapat mencapai lebih dari 10 meter dengan waktu tiba tsunami kurang dari 30 menit,” ujar Dwikorita.
Melihat potensi tsunami tersebut, lanjut Dwikorita, ditambah status Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat dengan kepadatan penduduk mencapai lebih dari 900.000 jiwa, maka tidak heran jika Kota Padang memiliki indeks risiko tsunami yang sangat tinggi.
Langkah kita khususnya, masyarakat kota Padang agar selalu siap siaga dalam mengahadapi ancaman gempa dan tsunami ujarnya sekali lagi. (KEPRIONLINE.CO.ID).

