KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Anggota perlemen di DPR Negara Bagian Anambra yang hilang pekan lalu akhirnya ditemukan.
Namun, nahasnya yang ditemukan oleh polisi di Nigeria hanyalah kepalanya yang terpenggal terpisah dari tubuhnya.
Pemerintah pun menuduh kelompok separatis yang harus bertanggung jawab akan penemuan kepala terpenggal itu.
Pasalnya, kelompok itu melakukan rentetan pembunuhan dan penculikan di Anambra dalam beberapa waktu terakhir.
Wilayah tenggara Nigeria, rumah bagi kelompok etnis Igbo, telah memanas dan berupaya memisahkan diri dan kelompok Masyarakat Adat Biafra (IPOB) yang dilarang telah memimpin seruan itu.
Sebagai informasi Okechukwu Okoye dan ajudannya hilang pada 15 Mei 2022.
Kemudian, kepala Okoye ditemukan pada Sabtu (21/5/2022) malam di sebuah taman di wilayah pemerintah lokal selatan Nnewi.
Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Anambra, Tochukwu Ikenga.
Ikenga menyebut, sampai saat ini belum ada tersangka yang ditahan.
“Anggota parlemen itu tewas. Kepalanya ditemukan di sepanjang jalan Nnobi. Belum ada tersangka yang ditahan,” kata Ikenga, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/5/2022).
Gubernur Negara Bagian Anambra telah memberikan hadiah 10 juta naira (sekira Rp353 juta) untuk informasi tentang para pembunuh.
Awal bulan ini, orang-orang bersenjata membunuh dan memenggal dua tentara di negara bagian Imo yang bertetangga.
Pemerintah menuduh IPOB adalah pelakunya. Namun, IPOB membantah tuduhan itu.
Di Nigeria, penculikan untuk tebusan merupakan hal yang biasa terjadi di barat laut.
Selain itu, pemberontakan militan Islamis juga telah berlangsung selama lebih dari satu dekade di timur laut negara itu.
Pada Agustus 2021, Amnesty International mengatakan bahwa pasukan keamanan Nigeria telah membunuh setidaknya 115 orang di tenggara dalam delapan bulan pertama 2021.
Kemudian, pasukan itu pun secara sewenang-wenang menangkap atau menyiksa sejumlah orang lainnya. (SUMBER: metroonlinett.com).






