KEPRIONLINE CO.ID,KARIMUN – Dalam Pantauan Media Keprionline terkait Aktivitas Guru dan masyarakat ketika keluar masuk Dusun Kericik sangat memprihatinkan yang mana setiap hari harus mengarungi lumpur dan Karang serta ombak dan Angin kencang bahkan sampai saat ini Pelantar masuk belum ada hingga puluhan Tahun
Menurut pengakuan dari salah satu warga Dusun Kericik, Bujang, mengatakan sangat ketinggalan pembangunan dan kesulitan untuk keluar masuk Karena harus melewati Karang dan lumpur di karenakan tidak ada pelabuhan atau Pelantar.
“Kami sangat mengharapkan adanya pembangunan pelabuhan pelantar keluar masuk ke kampong kami, karena untuk mengajar saja para guru harus arungi lumpur karang belum lagi ombak dan angin kencang”, ucap Bujang
Sementara salah seorang Guru, Azman Bin Wahab yang sudah belasan tahun mengajar disana mengakui tetap semangat meskipun perjuangan berat dalam mengajar di SDN 021 Moro Dusun Kericik.
“Setiap hari kadang harus mendorong boat apabila sudah terkandas lalu injak lumpur karang , seragam hampir setiap hari selalu kena lumpur”, ungkapnya.
Besar harapan kami Mudah mudahan pemerintah Desa, Kecamatan, kabupaten dan Provinsi memperhatikan kondisi Kericik yang sangat membutuhkan Pelabuhan Pelantar masuk yang merupakan salah satu Akses untuk semua lapisan masyarakat yang mau keluar masuk Dusun Kericik tutupnya , Jumat (20/05/2022). (KEPRIONLINE CO.ID/Pratama Ariftya).






