KEPRIONLINE,CO,ID, BATAM – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kepri menghijaukan 7 Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri dengan menyukeskan gerakan pasang 98 juta bendera NU. Sedikitnya ada ribuan bendera terpasang di beberapa titik strategis di 7 Kabupaten/Kota se Kepri.
Gerakan pasang 98 juta bendera ini adalah salah satu rangkaian peringatan Harlah NU yang diadakan PWNU Kepri, di Harlah NU ini, Polda Kepri beserta jajaran dari Polresta di 7 Kabupaten/Kota se Kepri bekerjasama dalam hal Gerakan pasang 98 Juta bendera NU di 7 Kabupaten/Kota se Kepri, ungkap Sekjen PWNU Kepri Herianto kepada keprionline Minggu (28/02/2021)
“Pengibaran PWNU di 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri dimulai dari tanggal 26-28 Februari 2021, total bendera NU yang dikibarkan sekitar 3000 an bendera”, ucap Herianto.

Menurut Herianto dengan gerakan memasang bendera NU di 7 Kabupaten/Kota se Kepri dapat memantik semangat atau ghirah dalam menjalankan amanat Sang Pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asy’ari untuk melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah dan menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan gerakan pengibaran bendera tersebut bisa menggairahkan para aktivis NU sehingga lebih dekat dan bermanfaat bagi umat.
“Dengan gerakan pengibaran bendera NU bekerjasama dengan Kepolisian, semakin menunjukkan kedekatan NU dengan Institusi Kepolisian khususnya Polda Kepri beserta jajaran.
Selain itu, Herianto meyakini banyak program yang dapat dilakukan melalui kerja sama antara PWNU Kepri dan kepolisian Polda Kepri dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ke depan Herianto mengajak kepolisian Polda Kepri untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama yang telah terjalin sejak lama dari tingkat bawah mulai dari Polsek, Polresta, dan Polda. Dengan begitu, silaturahim akan membuahkan hasil yang sangat positif kalau di tindaklanjuti menjadi silatul amal wal ikhtiar. Hubungan kerja dan upaya-upaya yang positif, terang Herianto
Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya untuk bekerja sama dengan warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin.
Hal itu disampaikan Sigit saat bertemu dengan Pengurus Besar NU (PBNU), di Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2021).
“Terhadap rekan-rekan NU yang ada di wilayah, bahkan sampai di level cabang, kalau ada polisi, kapolsek, kapolres, kapolda yang tidak mau bertemu dengan (warga) NU, berarti tidak menghormati saya sebagai warga Nahdliyin,” ungkap Sigit, disambut tepuk tangan hadirin.
Kapolri mempersilakan anggota NU berkoordinasi dengan aparat kepolisian di daerah. (Oki)






