Jumat, 18 September 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Tubuh Penebang Pohon Terselip Di Balik Dedaunan Terpisah Dari Kepala, Rekan Curiga Saat Makan Siang

kepri online
7 Februari 2022
di SERBA - SERBI
0
Tubuh Penebang Pohon Terselip Di Balik Dedaunan Terpisah Dari Kepala, Rekan Curiga Saat Makan Siang

foto istimewa

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Tubuh Tugiat (41) ditemukan mengenaskan di balik dedaunan dan ranting pohon, kepalanya tinggal tengkorak terpisah sekitar lima meter.

Rekannya sudah curiga sudah berkali-kali memanggil untuk istirahat makan siang, tapi Tugiat yang berprofesi sebagai penebang pohon tersebut tak menyahut.

Baca Juga

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
14

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
15

Suasana semakin senyap saja, setelah makan siang beres, sang rekan malah tak mendengar deru mesin chainsaw yang dioperatori oleh Tugiat.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 16.30 WIB, rekannya sesama penebang pohon menemukan warga Selat Panjang, Kabupaten Bengkalis, Riau, itu tewas mengenaskan.

Korban sehari-hari sebagai operator chainsaw di PT Cahaya Insan Sangsurya.

PT CIS merupakan perusahaan kontraktor untuk menebang pohon akasia di Hutan Tanaman Industri milik PT Satria Perkasa Agung.

Satu kilometer jaraknya lokasi penemuan mayat Tugiat dari Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Lokasi ini juga berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hilir.

“Saat itu korban bekerja menyinso kayu akasia di Desa Pulau Muda,” ucap Tony Bono warga Teluk Meranti, kepada Tribun Pekanbaru, Minggu (6/2/2022).

Awalnya tak ada yang aneh. Korban bersama rekannya seperti biasa bekerja membawa chainsaw pada Sabtu (5/2/2022) untuk menebang kayu akasia ditempat yang sudah ditentukan.

Sepatu Berlumuran Darah

Menurut Tony, biasanya penebang pohon akan berisirahat siang untuk makan. Mereka mengambil tempat teduh sekalian beristirahat sebelum lanjut bekerja.

Nah, kata Tony, rekan kerja sesama penebang curiga karena tak mendengar suara chainsaw yang dikendalikan Tugiat, ditambah tak ada suara pohon tumbang.

Alhasil, si rekan langsung mendatangi tempat Tugiat dan menemukan bekal makanannya masih utuh.

Barulah rekan ini terkejut karena melihat sepatu dan celana korban berlumuran darah.

Tanpa pikir panjang rekan ini memanggil beberapa operator alat berat dengan membawa ekskavator untuk mencari korban.

Warga mengevakuasi mayat Tugiat untuk selanjutnya di evakuasi ke Klinik PT Arara Abadi Distrik Merawang, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (5/2/2022).

Warga mengevakuasi mayat Tugiat untuk selanjutnya di evakuasi ke Klinik PT Arara Abadi Distrik Merawang, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (5/2/2022). (Dok BKSDA Riau)

Sampai pukul 16.30 WIB, para saksi mata menemukan kaki kiri korban terluka parah, paha hingga betis menyisakan tulang.

“Di sekitarnya ditemukan banyak jejak kaki harimau,” Tony menukas.

Jenazah korban langsung dibawa ke klinik PT Arara Abadi di Distrik Merawang.

Kelihatan Segede Sapi

Diki Candra, warga Desa Pulau Muda, mengamini HTI tempat korban menebang akasia dikenal habitat harimau sumatera.

Berhari-hari sebelumnya, ada pekerja juga pernah melihat si belang. Beredar kabar, raja hutan yang berkeliaran di area HTI besarnya menyerupai lembu.

Orang-orang yang menemukan tubuh korban terheran-heran karena tersembunyi di balik tumpukan daun dan ranting pohon.

Diki punya jawabannya, “Menurut orang kampung, itu namanya diimbus imau atau disimpan oleh harimau.”

Ia menduga si belang lah yang menerkam lalu memakan kepala dan kaki kiri korban.

Jejak diduga harimau sumatera banyak ditemukan di lokasi korban meninggal dunia di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau.

Jejak diduga harimau sumatera banyak ditemukan di lokasi korban meninggal dunia di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau. (Dok Tribun Pekanbaru)

Sementara badannya disimpan di bawah dedaunan agar tak terendus binatang lain atau manusia.

Malam Datang Meneror

Setelah mengevakuasi korban, semua pekerja langsung keluar dari lokasi dan sementara waktu memilih berdiam diri barak.

Setelah menerkam Tugiat, harimau sumatera malamnya terlihat oleh para pekerja berkeliaran tidak jauh dari barak.

Sayup-sayup aumannya terdengar hingga membuat para penebang akasia dan operator alat berat bergidik ketakutan.

“Kata orang, tadi malam ada harimau nampak di dekat barak. Mungkin datuk belang tuh balik lagi, tapi tak ada lagi makanannya di situ,” beber Diki.

Pekerja lain mengaku, sekitar dua atau tiga hari sebelumnya, melihat seekor harimau menampakkan diri tapi hanya melintas.

Bagi warga sekitar, sejak dulu harimau sumatera sudah mendiami kawasan hutan di Desa Pulau Muda.

Ada yang sendiri, ada juga yang muncul bergerombol lengkap dengan anak-anaknya.

“Di Pulau Muda baru kali ini memakan orang. Dari dulu harimau banyak di sini. Sejak zaman kakek awak dulu,” aku Diki.

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Muhammad Tariq melalui Kasubbag Humas AKP Edy Harianto menjelaskan, lokasi korban diterkam harimau masuk Kabupaten Indragiri Hilir.

“Serangan harimau terhadap pekerja berada di Desa Simpang Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir,” ujar Edy.

Plt Kepala Balai BKSDA Riau, Fifin A Jogasara, menjelaskan awal tahun ini ada tiga kali konflik satwa dengan manusia.

Terbaru, konflik harimau sumatera memangsa pekerja di areal Distrik Simpang Kanan yang masuk area kerja perusahaan.

Ia menegaskan, kawasan hutan maupun yang sudah menjadi perkebunan tetap menjadi areal jelajah harimau.

“Harus diwaspadai keberadaan harimau, apalagi Riau dulunya kawasan hutan yang khusus. Memang menjadi rumah bagi harimau, wilayah jelajahnya pun luas,” ujar dia. (SUMBER: TribunJakarta.com).

 

Tags: berlumuran darahpenebang pohontengkorakTugiat.
Sebelumnya

Benar-benar Tak Disangka, Adik Kandung Main Hati dengan Suami, Kepergok Lagi Begini di Kosan

Berikutnya

Wanita Ini Temui Ajal Saat Interview Kerja, Kulit Kepala Tercabut Usai Rambut Tersangkut Di Mesin

Berita Terkait

SERBA - SERBI

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
14
SERBA - SERBI

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
15
SERBA - SERBI

Slottio Online Casino – Fun en Fast-Track pour le Joueur à Pulsation Rapide

4 September 2026
10

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • 12 Ilmuwan Indonesia yang Penemuannya Diakui Dunia, Pelajar Harus Tahu!

    12 Ilmuwan Indonesia yang Penemuannya Diakui Dunia, Pelajar Harus Tahu!

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kesal Tak Diajak Berhubungan Badan, Tante Di Riau Ajak Keponakan Dan Suami Main Bertiga

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Senangkan Hati Suami Mandul, Diam-Diam Istri Paksa Pria Lain Tidur Di Hotel Agar Bisa Hamil

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pertumbuhan Ekonomi Kepri Naik 6,99 Persen

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kebanyakan Nonton Bokep, Adik Cabuli Kakak Kandung Hingga Hamil

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PWI Kepri Tunda Penyerahan Anugerah Warta Marwah, Hormati Suasana Duka Batam

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketua PWI Pusat Mengencam Dugaan Tindakan Perampasan Telepon Seluler Wartawan Saat Liputan Penggrebekan F! Club Batam

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Gelar OKK Perdana Hingga Agendakan UKW di BP Batam, PWI Kepri Perketat Standar Etika Wartawan 2026

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.