KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Distributor minyak goreng di seputar Pasar Legi, Solo, yakni Toko Nugroho memberikan syarat khusus bagi masyarakat yang akan membeli minyak goreng.
Mereka mewajibkan pembeli belanja gula, gandum atau tepung terlebih dahulu. Hal tersebut karena pasokan minyak goreng curah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.500 per kg sangat terbatas.
Setiap pembelian minyak goreng, harus disertai pembelian produk bahan pangan lainnya. Di antaranya, gula, gandum tepung atau produk lainnya.
Setiap warga yang akan membeli satu jeriken minyak seberat 17 kilogram, mereka diharuskan membeli 1 sak gula, gandum atau tepung terlebih dulu, sesuai pilihan masing-masing.
“Kami menjual minyak goreng di bawah HET, Rp 15.300. Di tempat lain ada yang Rp 17.000,” ujar Mandor Toko Nugroho, Watik (47) kepada wartawan, Kamis (24/03).
Aturan tersebut, dikatakan Watik, diterapkan untuk menghindari antrean panjang yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Selain itu juga lantaran stok minyak goreng yang ada sangat terbatas. Yakni hanya sekitar 12.000 liter per hari. Jumlah tersebut tidaklah cukup dan akan langsung habis.
“Kita terpaksa menerapkan aturan itu, kalau tidak nanti antreannya panjang banget,” ujarnya.
Menurutnya, aturan tersebut telah diterapkan sejak seminggu yang lalu.
“Saya antre jam 07.00 WIB dapat antrean nomor 40, biasanya jam 06.00 WIB nomor 1. Kemarin saya antre jam 10.00 WIB enggak dapat,” paparnya.
Suminah mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan minyak goreng. Lantaran harga bahan pokok yang wajib dibeli di Toko Nugroho.
“Satu sak gula itu harganya dari Rp625 ribu menjadi Rp640 ribu. Satu sak tepung beras dari Rp100 ribu menjadi Rp106 ribu, minyak curah tiga minggu lalu Rp13 ribu sekarang jadi Rp15.300,” tutupnya. (SUMBER: Merdeka.com).

