KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Kementrian Perdagangan Republik Indonesia melalui Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk Diversifikasi Pasar Ekspor dan Penetrasi Pasar ke Negara Non-Tradisional, di Best Western Hotel Panbil Batam pada tanggal 31 Maret 2021 kemaren.
Kegiatan FGD dilaksanakan secara offline dan juga secara virtual, dimana turut ikut beberapa pejabat dari jajaran Kementrian Perdagangan RI, ITPC Mexico, BP Batam, Dinas Perindag Kota Batam, dan Ketua Kadin Batam Syamsul Paloh
Para pengurus teras Kadin Batam yang juga hadir diantara nya Jhoni Ahmad, SE, MBA, MM (Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kajian Kebutuhan Usaha), Drs. H.Teuku Jayadi Noer ( Dewan penasehat Kadin Batam), Ir. Mahyuddin (Wakil ketua perindustrian, perdagangan & Investasi) dan Batong Gunawan (Wakil ketua bidang Pariwisata)
Dalam FGD tersebut, Joni Ahmad yang mewakili Kadin Batam, menyatakan apresiasi atas FGD yang dilaksanakan oleh Kementrian Perdagangan RI tersebut, beliau menganggap bahwa kegiatan ini merupakan strategi yang sangat bagus dalam mendapatkan informasi dan masukan strategis mengenai kegiatan ekspor Batam dan kepri, dalam upaya peningkatkan ekspor nasional.
Menyikapi tentang ekspor batam dan kepri yang masih didominasi oleh produk industry dan manufaktur yang memang sudah lama diproduksi oleh perusahaan-perusahaan di kawasan industry yang tersebar banyak diwilayah batam, Dalam FGD tersebut joni ahmad mempertanyakan kenapa justru ekspor dari hasil komoditas kelautan masih sangat kecil sekali, yakni ekspor ikan dan udang yang hanya dibawah 10% dari ekspor barang industry dan manufaktur. Ujar Jhoni Ahmad
Padahal menurut Jhoni Ahmad, Batam dan Kepulauan Riau memiliki wilayah laut sebesar 96% dibanding wilayah daratan yg hanya 4%. Yang secara umum diketahui memiliki sumber daya kelautan dan kemaritiman yang sangat potensial. Hal ini semestinya menjadi bahan perhatian dan prioritas dari pemerintah daerah untuk lebih mampu menggali sumber-sumber kelautan untuk dijadikan produk ekspor lainnya guna menunjang program kementrian perdagangan untuk meningkatkan ekspor dan produk-produk ekspor.
Joni ahmad juga mengusulkan agar pemerintah dapat menjalin kerjasama dengan pihak investor, untuk membangun industry perikanan di kepulauan Riau dan Batam, seperti cold storage untuk menampung hasil laut, serta membangun pabrik pengolahan hasil laut menjadi produk makanan yang mampu diekspor keluar negeri, baik kenegara yang sudah menjadi tujuan ekspor selama ini , maupun ke negara-negara non tradisional yang akan dijalin kerjasama perdagangannya oleh pemerintah pusat. Hal ini selaras dengan program diversifikasi pasar ekspor dan juga penetrasi pasar ke Negara non tradisional, sebagaimana yang menjadi thema FGD.
Selama ini menurutnya produk-produk olahan laut lebih banyak dikelola dan diproduksi serta di ekspor secara mandiri oleh kalangan pengusaha UMKM. Padahal jika dilihat potensi yang dilakukan oleh kalangan UMKM, sangat memberikan dampak positif atas penetrasi ekspor dan pemasukan Devisa kepada Negara. Bahkan dibeberapa daerah lain di Indonesia, pengusaha UMKM banyak sekali yang telah melakukan ekspor dengan berbagai produknya keberbagai Negara diseluruh dunia. Jelas Jhoni
Bahkan UMKM diberikan fasilitas dan insentif serta berbagai dukungan oleh pemerintah daerahnya dalam menjalankan ekspor atas bisnisnya tersebut.
Untuk itu Joni Ahmad menyarankan agar selain pemerintah pusat, khususnya BP Batam dapat memberikan perhatian yang lebih kepada UMKM Batam, baik dari sisi pembinaan secara teknikal, maupun pembinaan non teknikal berupa strategi ekspor dan pemasarannya, dan juga memberikan kemudahan dalam berbagai kebijakan aturan ekspor untuk memudahkan kalangan UMKM Batam melakukan ekspor keluar negeri.

Ketua Kadin Batam Syamsul Paloh juga memberikan komentar dalam FGD tersebut, dalam pemaparannya mengatakan bahwa UMKM merupakan pilar ekonomi yang sangat potensi dan harus diperhatikan oleh pemerintah.
Sebab menurut beliau UMKM banyak memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional, namun disaat dampak pandemic covid19, justru UMKM juga mengalami dampak yang signifnifikan dengan menurunnya penjualan dan bahkan banyak yang bangkrut serta menimbulkan banyak pengangguran baru.
Kedepan Syamsul berharap dengan program pembinaan, UMKM menjadi pengusaha yang berorientasi ke pasar ekspor, tentunya dapat memberikan harapan baru kepada UMKM untuk membangkitkan usahanya ke pasar luar negeri. Untuk itu dibutuhkan peran pemerintah yang harus konsisten melakukan pembinaan dan bantuan kebijakan terhadap kegiatan ekspor UMKM.
Joni Ahmad dan Syamsul Paloh berpendapat yang sama bahwa pemerintah, khususnya BP Batam, Pemko Batam serta Direktorat Bea dan Cukai Batam, harus mau bekerjasama dan duduk bersama untuk membahas peranan UMKM sebagai pelaku ekspor yang dapat memproduksi hasil-hasil kelautan dan produk2 makanan dan asesoris khas Kepulauan Riau, untuk menjadi produk yang berkualitas ekspor untuk dapat dipasarkan di luar negeri.
Disamping itu mereka berdua juga menyampaikan apresiasi terhadap Walikota Batam yang juga Kepala BP Batam, yang telah mulai melakukan perbaikan atas infrastruktur pelabuhan guna mendorong kegiatan ekspor impor, serta terus membangun infrastruktur jalan yang sangat besar sekali manfaat nya untuk mendukung sirkulasi ekonomi, khususnya di kota batam.
Kadin Batam berharap kedepannya UMKM harus menjadi pilar baru yang dapat dikembangkan sebagai pelaku ekspor yang professional, serta mampu mengoptimalkan hasil2 komoditas kelautan dan maritim, menjadi sumber produk ekspor baru yang mampu meningkatkan pendapatan Devisa yang sangat berguna bagi daerah dan pendapatan Negara.
Narasumber yang hadir pada acara tersebut diantaranya dari perwakilan Bea Cukai Kota Batam, diwakili Ahmad Harfianto, perwakilan BP Batam Yeni Alkindi, ITPC Mexico City , Husodo dan dari Disperindag Rishi Karnandi, dalam pemaparan mereka masing-masing, sangat mendukung program program yang disampaikan Kadin Batam, dan selanjutnya akan menjalin kerjasama dalam membina UMKM binaan Kadin Batam dalam mendorong UMKM Menjadi Eksportir Dalam Program Diversifikasi Pasar Ekspor. (Oki)


