KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Dinas rahasia Ukraina telah menangkap seorang politisi pro-Kremlin dan sekutu Vladimir Putin yang menjadi buronan selama berminggu-minggu.
Viktor Medvedchuk yang juga dikenal sebagai pengusaha melarikan diri dari tahanan rumah tiga hari setelah Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menerbitkan foto tawanan yang tampak lelah dan diborgol hari ini.
Pria berusia 67 tahun itu adalah pemimpin partai oposisi utama Ukraina For Life dan disebut sebagai sekutu utama Presiden Rusia.
Sejak tahun lalu ia menjadi tahanan rumah karena dijerat kasus pengkhianatan. Medvedchuk membantah melakukan kesalahan.
Layanan keamanan mengatakan dalam sebuah posting online: “Anda bisa menjadi politisi pro-Rusia dan bekerja untuk negara agresor itu selama bertahun-tahun. Anda mungkin bersembunyi dari keadilan.”
“Anda bahkan bisa mengenakan seragam militer Ukraina untuk kamuflase.”
“Tapi apakah itu akan membantumu lolos dari hukuman? Tidak sama sekali! Belenggu menunggumu dan hal yang sama berlaku untuk pengkhianat Ukraina sepertimu.”
Postingan tersebut mengutip Ivan Bakanov, kepala dinas rahasia, yang mengatakan bahwa operasinya telah “melakukan operasi khusus multi-level yang cepat dan berbahaya” untuk menangkap Medvedchuk.
Bulan lalu, Zelensky mengatakan For Life dan beberapa partai politik kecil lainnya yang memiliki hubungan dengan Rusia telah ditangguhkan.
Pengacara Medvedchuk telah membantah tuduhan bahwa kliennya telah melarikan diri, sebaliknya mengklaim kliennya terpaksa pindah lokasi karena ancaman dari kelompok nasionalis.
“Sehubungan dengan bahaya nyata atas nyawanya, serta kebutuhan untuk memastikan perlindungannya, Viktor Medvedchuk dievakuasi ke tempat yang aman di Kyiv,” kata pengacara, Larysa Cherednychenko.
Medvedchuk mengklaim Putin adalah ayah baptis putrinya dan dia menggambarkannya sebagai “teman dekat”.
Dalam sebuah wawancara dengan Independent tahun lalu, dia menyatakan bahwa, tidak seperti Putin, dia melihat Ukraina dan Rusia sebagai dua “negara Slavia yang terpisah, dengan sejarah yang saling terkait, agama”.
“Saya mengatakan ini padanya sepanjang waktu. Saya tidak berpikir Rusia dan Ukraina itu adalah satu negara. Anda tidak bisa mengatakan ini.”
Medvedchuk juga mengklaim dia “sering” mendiskusikan Ukraina dengan Putin.
Pada Mei tahun lalu, Jaksa Agung Ukraina menuduhnya berkhianat dan mencoba menjarah sumber daya nasional di Krimea.
Beberapa bulan sebelumnya, Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina memasukkan Medvedchuk dan istrinya, Oksana Marchenko, dalam daftar sanksi Ukraina, karena dugaan pendanaan terorisme. (SUMBER: TRIBUN-MEDAN.com).






