KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap tanggal 15 Januari ditujukan untuk memperingati semangat para pahlawan yang gugur di pertempuran laut Aru.
Sejarah mencatat, pertempuran Laut Aru antara Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) melawan Belanda terjadi di perairan Maluku pada 15 Januari 1962. Dalam peristiwa yang kini diperingati sebagai Hari Dharma Samudera tersebut, Yos Sudarso gugur sebagai pahlawan bangsa.
Dalam hal ini memperingati Hari Dharma Samudera, Lembaga Amil Zakat Nasional Lembaga Manajemen Infaq (Laznas LMI), Kepri, bersama Rumah Mangrove Indonesia (RMI) mengadakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pulau Panjang Timur, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang,pada Sabtu (16/01/2021), pagi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir tim Lanal Batam, Bakamla, Yonif Marinir 10 SBY, Yonif Raider 136 T TS Brimob Polda Kepri, Polsek Batu Aji, Manggala Agni, Komunitas Lingkungan Bye Bye Plastick Bag Batam dan KPLHB Batam, untuk menanam 1000 batang bibit bakau, secara bersama sama.
Perwakilan Danlanal Batam, Mayor Hadi mengungkapkan, Hari Dharma Samudra diperingati tanggal 15 Januari dilakukan untuk mengenang peristiwa heroik pada 15 Januari 1962 silam. Yaitu, disaat tiga KRI menghadapi kapal perang Belanda di Laut Aru dan diperingati setiap tahun.
“Saat itu terjadi perang tentara Belanda dengan KRI Macan Tutul, Harimau serta KRI Macan Kumbang. Di dalam kontak senjata itu, Komodor Yos Sudarso dan pasukannya kalah dan tewas,” kata Hadi.
ungkapnya, untuk mengenang jasa pahlawan nasional Yos Sudarso, maka diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Dharma Samudera.
Kepala Kantor Perwakilan Laznas LMI Kepri, Koesyanto juga mengatakan, dalam kegiatan Hari Dharma Samudera, juga diisi dengan kegiatan kerajinan tangan masyarakat pesisir. Sehingganya bisa memotivasi masyarakat pesisir dengan meningkatkan sumber daya manusia.
“Kami juga melestarikan sumber daya alam (SDA), dan mengangkat sumber daya manusia (SDM), masyarakat pulau. Di Pulau Panjang ini banyak pengerajin tangan dari anyaman pandan. Dan inilah salah satunya yang harus kita bantu dan kembangkan untuk menaikkan ekonomi rakyat,” kata Koesyanto.
Sehingga, Koesyanto berharap perekonomian di masyarakat pesisir ataupun pulau-pulau tidak hanya tergantung kepada hasil laut saja,melainkan juga dari hasil kerajinan-kerajinan lain nya.
“Artinya apa, kalau sumber daya alam ini bagus, tentunya masyarakat akan dapat hidup dengan baik dan sejahtera,” papar Koesyanto.
Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Alam dan Pariwisata, Azir mengatakan, untuk kemajuan perekonomian di masyarakat pesisir sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak terutama masyarakat setempat,bagi kelompok pencinta lingkungan,dan sadar wisata.
“Masyarakat pesisir ini tak bisa berbuat banyak, karena keadaan alamnya sudah banyak yang rusak dan tercemar. Sebab itu perlu dukungan dari pemerintah dan perhatian dari semua pihak yang peduli,” sebut Azir.
Masyarakat pesisir tidak punya apa apa, ungkap Azir, sehingga kehidupan makin susah, apalagi disaat musim badai dan gelombang masyarakat pulau-pulau akan sulit mencari ikan di laut.
“Dengan membaiknya SDA serta SDM di masyarakat pesisir, tentunya akan dapat meningkatkan perekonomian warga kita yang bermukim di pulau pulau,” pungkas Tokoh Pemuda Pulau Panjang. (R-23)






