KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Kasus pengroyokan terhadap warga Galang hingga kini penyelidikannya masih menggantung di Polsek Galang , pasalnya sudah jalan minggu ke 3 dari laporan pengaduan korban, pelaku pengroyokan lebih kurang 10 orang tidak ada satupun yang ditangkap.
Saat ditemui keprionline, Senin (22/02/2021) dengan korban, M.Indrawan Fatroni alias Yadi di kawasan Lubuk Baja, mengatakan dirinya sangat kecewa dengan penyelidikan yang dilakukan Polsek Galang dalam menangani kasusnya.
Diceritakannya, peristiwa itu terjadi pada Jumat (05/02/2021) lalu. berawal dari masalah lahan yang di klaim oleh pelaku bernama Paulus. Pada saat itu ia diperintahkan atasannya untuk mengukur patok lahan. Ujar Yadi
“Ini masalah jual beli lahan dikawasan Barelang Jembatan 5. Paulus merasa dirinya tidak diikut sertakan dalam jual beli lahan tersebut dan mengklaim lahan tersebut. Sehingga Paulus merasa sakit hati yang kemudian melakukan pengroyokan terhadap saya”.ungkapnya
Sambungnya, Setahu Yadi lahan itu pertama sekali milik Sumirat kemudian dijual dengan Sumadi lalu dijual ke Akau Harianto kemudian Akau menjual ke atasan saya, saya tahu cerita asal mula lahan itu karna saya putra daerah tersebut.
“Yang membuat saya bingung muncul nama paulus mengklaim lahan tersebut miliknya. Ketika itu saya sedang buat batas patok lahan, Paulus tidak terima lalu membawa orang suruhannya dan langsunf mengkeroyok saya”. Katanya
Atas pengroyokan tersebut Yadi Kemudian membuat laporan kepada pihak kepolisian Polsek Galang pada 5 Februari lalu, namun hingga kini ia merasa laporan pengaudannya tidak ditanggapi oleh Polsek Galang.
“Saya korban namun sepertinya petugas kepolisian, seakan tidak menanggapi untuk menangkap para pelaku pengroyokan. Ini yang menjadi kekecewaan saya” cetusnya
Kalau memang tidak ditanggapi, Yadi berencana mengadukan kasus ini ke Kapolda Kepri. Dan dirinya berharap Kapolda Kepri merespon laporan pengaduannya.
“Bila laporan saya belum ada titik terangnya di Polsek Galang, saya akan lakukan pengaduan kasus saya ke Kapolda Kepri. Irjend pol Aris budiman M.Si”, tegasnya.
Rohimah salah seorang saksi mengatakan, melihat langsung orang suruhan Paulus mengkroyok Yadi di Tempat kejadian.
“Benar bang saya melihat langsung Yadi dipukuli lebih kurang ada 10 orang. Karna saya perempuan jadi gk bisa melerai, untunglah pada saat itu ada 2 orang Marinir di tempat kejadian yang kemudian melerai pengroyokan terhadap Yadi. Ucap Rohimah.
Rohimah yang diperiksa sebagai saksi, mengungkapkan Polsek Galang sepertinya tidak menaggapi laporan pengaduan Yadi, pasalnya hingga kini belum ada titik terang juga dari Polsekta Galang. Jelasnya





