KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Presiden Jokowi menekankan kepala daerah untuk mempermudah izin berinvestasi. Hal itu diungkapkan Jokowi pada rapat kordinasi (Rakor) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah hasil Pilkada serentak tahun 2020 yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Negara, Selasa 14/04/2021
Dalam arahannya Jokowi menekankan kepala daerah agar mempermudah investasi bertujuan dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Untuk itu berikan dukungan penuh, pelayanan penuh pada investasi baru. Jika meperlambat izin artinya juga memperlambat penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi di provinsi, kabupaten maupun kota. Jelas Jokowi
Menyikapi peryataan Presiden Jokowi terkait percepatan Investasi, Kordinator Gerakan Masyarakat Batam (Geram), Mulkan kepada keprionline, Rabu (28/04/2021) menyinggung Kepala BP Batam, HM.Rudi yang memperlambat iklim investasi karna adanya klik pimpinan. Ujar Mulkan.
“BP Batam adalah lembaga negara untuk pelayanan ekonomi dan peningkatan investasi, bukan seperti perusahan Sendiri”, katanya
Geram dalam hal ini, mengingatkan kepada kepala BP Batam jangan jadikan lembaga BP Batam ini menjadi perusahan sendiri. Sistim Klik pimpinan itu sama saja seperti direktur perusahaan mengambil kebijakan sendiri untuk mengoperasikan produksi di perusahaan sesuka hatinya. BP Batam itu adalah Lembaga nonstruktural yang berbentuk Badan Layanan Umum”, jelasnya
Mulkan menilai, Klik Pimpinan buatan HM.Rudi sudah salah kaprah dalam penetapan kedisiplinan bawahan. Seharusnya pimpinan itu harus menunjukkan kinerja yang sistematis akuntable guna menarik investor”, ucapnya
“Klik Pimpinan itu ibarat Perusahaan Pribadi. Kan lucu di situ ada ketidak harmonisan antara pimpinan dan bawahan semacam saling curiga. Gimana investor mau masuk kalo di dalamnya sudah saling jegal. Pendapat saya Klik Pimpinan tidak produktif malah kontra produktif”, jelas Mulkan.
Kepala BP Batam, HM Rudi menyampaikan perihal banyak investor yang bersiap-siap menanamkan modalnya di Batam. Dengan syarat, Batam harus terlebih dahulu bebas COVID-19. Ucap Rudi saat Safari Ramadan di Masjid Baiturrahim di wilayah Sekupang, Senin (26/4/2021) malam.
Sebelumnya, mantan anggota DPRD Kota Batam dan juga mantan pimpinan DPRD Kota Batam Ruslan Kasbulatov, kepada keprionline mengatakan semenjak HM.Rudi memimpin BP Batam sangat disayangkan Batam ‘minim investasi’, karna pimpinannya tidak mendongkrak investor masuk ke Batam.
“Selama 1 tahun 7 bulan HM.Rudi memimpin BP Batam, saya belum dengar ada investasi yang masuk di Kota Batam ini, kalau alasan terkait covid 19 itu adalah alasan bodoh, kenapa di daerah lain investasi bisa masuk. Ujar Ruslan
Sambungnya, ia mencontohkan temannya seorang Investor lokal aja udah bayar WTO berbulan-bulan belum juga keluar skep/SPJ nya karna harus menunggu klik pimpina. Apa lagi investor luar, ini lah yang membuat keprihatinan di BP Batam ini sekarang.
“Pejabat BP Batam seperti Kabid, Direktur dan Deputi bukan seperti boneka di BP Batam, tapi melainkan seperti fatamorgana, terlihat ada namun kenyataannya tidak ada. Kecuali pejabat suka yang angkat telor itu terlihat. Tegas Ruslan
Saya kasihan liat Deputi yang kapabilitas dan integritasnya yang tinggi tidak difungsikan, karna hal terkecil seperti foto copi aja harus menunggu klik pimpinan. Terangnya.
“BP Batam harusnya dipimpin dari kalangan profesional, selain berpendidikan tinggi, berpengalaman dan berintegritas. Serta miliki fisioner untuk membangkitan gairah investasi, karna sedari awal dibentuk Batam ini dibentuk sebagai barometer investasi nasional.
“Masa Batam yang letak strategis ini berharap dari pendapatan gelper dan parkir, kita harus berpikir secara universal, jangan berpikir seperti katak dalam tempurung. Tutup Ruslan. (Oki)

