Jumat, 16 Oktober 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home SERBA - SERBI

Kisah Janda Muda, Dicabuli 2 Satpam dengan Tangan Diborgol

kepri online
10 Januari 2022
di SERBA - SERBI
0
Kisah Janda Muda, Dicabuli 2 Satpam dengan Tangan Diborgol

foto istimewa

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Nasib nahas menimpa seorang wanita di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan (Sumsel).

Wanita yang tak disebutkan namanya itu menjadi korban rudapaksa dua oknum satpam berinisial FE (39) dan A0 (24).

Baca Juga

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
19

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
20

Koban berusia sekitar 30-an dan kini berstatus sebagai janda. Sementara, dua pelaku merupakan satpam salah satu perusahaan perkebunan sawit di wilayah Kecamatan Karang Dapo, Muratara.

Kasus rudapaksa ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Muratara, AKP Tony Saputra. AKP Tony mengatakan, pihaknya sudah menangkap dua pelaku di mess pekerja perusahaan.

“Tindak pidana 285, pemerkosaan. Korbannya wanita berumur 30-40 tahun,” ungkap Tony ditanya Tribunsumsel.com, Sabtu (8/1/2022).

Kepada polisi, pelaku menyebut melakukan aksi bejat mereka di dalam kawasan perkebunan sawit.

Mulanya FE dan AO sedang melakukan patroli untuk mengecek perkebunan sawit perusahaan. Mereka melihat korban yang merupakan warga biasa berada di kebun itu dan diduga sedang mencuri buah sawit.

Korban langsung ditangkap oleh dua sekuriti tersebut dan tergiur dengan tubuhnya sehingga kemudian dirudapaksa.

Saat kejadian, tersangka mengunci kedua tangan korban dengan menggunakan borgol. Mereka menyetubuhi korban secara bergantian sebanyak empat kali.

Akibatnya korban mengalami sakit di bagian kemaluan dan mengalami trauma mendalam.

“Kalau pengakuan tersangka, wanita (korban) itu mencuri sawit,”

“Maka ditangkapnya, pas diamankan mereka tergiur, langsung diperkosa,” kata Tony.

Kasus Serupa

Puluhan mahasiswi yang sedang pertukaran pelajar di Makassar dikabarkan mengalami pelecehan seksual.

Berdasarkan informasi dari Rilis Pers Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) Banten, korban pelecehan seksual itu salah satunya ada yang berasal dari kampus mereka.

Awalnya para mahasiswi itu mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Namun mereka mendapat perlakuan buruk ketika sedang mandi. Dimana oknum satpam UNM merekam para mahasiswi ketika mereka mandi di wisma dan Hotel La Macca di Jalan Andi Pettarani, Katangka, Kota Makassar Sulawesi Selatan.

Menurut saksi yang berinisial M, Mahasiswi Untirta itu mandi sekitar pukul 08.30 WIB. Korban juga sudah sempat memastikan kalau kamar mandi itu kosong dan tak ada orang satu pun.

Lalu M langsung bergegas mandi. Disusul dengan teman M yakni R yang ikut mandi di waktu yang sama. Tapi tiba-tiba R mendadak melihat ada tangan dan kamera di jendela kamar mandi tersebut.

“Di bagian jendela atas itu ada tangan dan kamera go pro yang merekam dia lagi mandi,” kata M dikuti dari Tim Bidik Utama Untirta.

Syok melihat itu, R langsung memakai pakaiannya dan keluar dari kamar mandi, bahkan R berlari kencang sambil teriak minta tolong. Kemudian temannya yang sedang menjemur pakaian B, melihat R berlari minta tolong.

R juga sempat jatuh dan tangannya dalam keadaan gemetar, lalu B memeriksa kamar mandi tersebut. B pun mendapati adanya ruang tersembunyi yang terhubung dengan kamar mandi.

Di ruang itu juga ada bekas meja kecil dan kursi yang dipakai untuk satpam tersebut melakukan aksi bejatnya.

Para mahasiswi pun mengaku kalau awalnya toilet itu ditutup dan tak bisa digunakan. Tapi dibuka kembali dan mereka diizinkan memakainya.

“Awalnya toilet itu kotor dan ga ada embernya juga, jadi manajer hotelnya kata salah satu teman itu yang nawarin untuk mandi di situ, tapi ga boleh ngajak-ngajak temen. Lalu, kamar mandinya dirapihin,” jelas M.

Setelah kejadian itu pihak Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM) bersama dengan staf hotel dan kepala satpam serta penanggungjawab kegiatan UNM melaporkan ke polisi.

Pelaku juga langsung diseret ikut ke kantor polisi, lalu mereka semua melakukan mediasi, ditemukan juga bukti berupa dua ponsel dan satu kamera.

Total diduga ada 27 video yang diambil pelaku. Diduga masih ada kamera lainnya yang belum ditemukan.

Sayangnya dalam kasus ini para mahasiswi kecewa.

“Mereka lepas tangan mereka bilang tolong hal ini jangan sampai ke up di media terutama ini merupakan sebuah aib, terus mereka bilang kalau mau melaporkan ke polisi boleh aja melaporkan (namun) mereka tidak menyarankan tidak menyuruh tapi tidak melarang juga, kalau mau melaporkan boleh melaporkan, tapi mereka tidak mau mendampingi karena itu urusan pidana jadi person ke person jadi mereka lepas tanggung jawab dan teman-teman mahasiswa yang datang ke LBH benar-benar tanpa pendampingan dari pihak UNM,” beber M.

Mahasiswi berinisial S pun ikut buka suara terkait kejadian ini. Ia berharap kalau pihak UNM dapat menyelesaikan kasus ini dengan benar.

“Semoga pihak Untirta dapat mendampingi kasus ini sampai selesai karena sampai saat ini pihak univ belum mendampingi pihak kami sudah melakukan mediasi tetapi belum mendampingi di LBH,” pinta S.

Oknum satpam yang merekam para mahasiswi itu dikabarkan sudah dipecat.

 

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kabag Humas dan Protokol UNM, Burhanuddin saat dikonfirmasi tribun, Kamis (9/12/2021) malam.

“Sudah betul pengakuannya oknum itu (satpam) dan sudah ditangani aparat kepolisian. Iya sudah (dilaporkan),” kata Burhanuddin.

Pelaku merupakan petugas keamanan yang berstatus honorer.

“Jadi oknum itu (satpam) pegawai harian honorer, dia shiftnya jam delapan malam sampai pagi. Dan sudah dikeluarkan (pecat),” katanya.

Kini pihak kampus UNM menyerahkan semuanya kepada kepolisian terkait kasus ini. (metroonlinett.com).

Tags: janda diperkosaKasat Reskrim Polres Muratara AKP Tony Saputraperusahaan perkebunan sawitrudapaksa dua oknum satpamtangan diborgol
Sebelumnya

Video Jenderal Dudung Berjoget Sambil Nyanyi Lagu ‘Ayo Kita Ngopi’ Viral

Berikutnya

Adopsi Anak Karena Tak Kunjung Hamil, Wanita Ini Syok Saat Tahu Ternyata Hasil Dari Hubungan Gelap

Berita Terkait

SERBA - SERBI

Gwin77 Casino: Quick Wins & High‑Intensity Slots Action

4 September 2026
19
SERBA - SERBI

Roby Casino: Quick‑Fire Slots and Rapid Wins for the Modern Player

4 September 2026
20
SERBA - SERBI

Slottio Online Casino – Fun en Fast-Track pour le Joueur à Pulsation Rapide

4 September 2026
16

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Kades Jang Akui Tolak Tanda Tangani Surat Tanah Karena Masuk Hutan Lindung Bukan Karena Ada Dendam Pribadi

    Kades Jang Akui Tolak Tanda Tangani Surat Tanah Karena Masuk Hutan Lindung Bukan Karena Ada Dendam Pribadi

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PT AAP Serahkan Beda Rumah dan Bantuan Paket Sembako ke Warga Teluk Lekup

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kepala Desa Jang Minta Wartawan Inisial R Lakukan Klarifikasi Beberapa Pemberitaan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pelaku Pemerasan Meminta Maaf Kepada Korban

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Sengketa Lahan di Karimun, Iskandar Tio: “Saya Difitnah”, Nama Baik Saya Dicemarkan Oleh Nia Wulandari Bagus Selaku Direktur Utama

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Panjang Jalan Provinsi Kepri Mencapai 620 KM

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dukungan Program BSPS Untuk Suku Laut Mencapai 3.724 Unit Rumah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tujuh Orang Pekerja Migran Indonesia Resmi Diberangkatkan ke Negara Serbia

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.