Keprionline.co.id, Tanjungpinang – Ketua Millenil Kepulauan Riau (Kepri) pertanyakan beberapa kejanggalan yang terjadi dalam perkara pengaduan beras di gudangilik Liang Seng yang berada di KM 7 Kota Tanjungpinang, Kamis (19/10/2023)
Menurutnya banyak kejanggalan yang terjadi dimana pihak kepolisian tidak semuanya terbuka dan itu menjadi pertanyaan besar dari cctv gudang bahkan banyaknya alibi yang diberikan.
“Untuk kasus pengaplusan beras ini banyak janggal yang mana dalam media yang saya baca adanya pengaduan penggelapan yang dilakukan karyawannya” jelasnya.
Ia menyebutkan, untuk aduan penggelapan atau soal gaji karyan itu merupakan hal yang berbeda dan kalau mau menyelidiki Dua perkara tersebut sah saja.
“Itu sah saja kalau Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan tapi untuk pengaplusan beras itu juga seharunya jadi hal uatanjuga dimana beras di konsumsi seluruh kalangan masyarakat” terangnya.
Terkait penandatanganan permintaan maaf yang dilakukan karyawan gudang diduga merupakan intervensi dari pihak – pihak lain sehingga sebagai karywan hanya bisa mengikuti apa yang diarahkan.
“Bisa saja adanya paksaan atau intevamsi dari pihak – pihak terkait terkait penandatanganan permohonan maaf yang dilakukan para karyawannya” tambahnya.
Disamping itu, Ketua Millenial Kepri juga menyebutkan selain pihak kepolisian yang harus tegas menangisi perkara beras Dinas Perdagangan (Disperindag) Kepri seharinya melakukan pengecekan gudang yang digunakan sebagai lokasi pengaplusan beras.
“Ini Diperindah kejadian dimana sudah ya dimana kan tidak nyambung” katanya.
Selain itu, dirinya juga meminta pihak kepolisan memeriksa Bulog Tanjungpinang yang memberikan kuota beras Dua ton per 2 minggunya dan itu patut dipertanyakan.
“Perkara ini sudah sangat jelas kemana dan bagaiman untuk melakukannya penyelidikan” tutupnya. (Lita)






