KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Banyaknya keluhan warga terkait pembengkakan pembayaran iuaran air yang dirasakan pelanggan air PT Moya membuat warga berang. Sehingga Ombudsman Kepri menaruh Perhatian terhadap permasalahan ini.
Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, mengimbau warga yang mengalami pembengkakan tagihan air, agar menunda pembayaran. Dan meminta BP Batam selaku penanggung jawab SPAM Batam, untuk membuat kanal pengaduan.
“Jika ragu , jangan bayar. Lebih baik komplain dulu ke Moya selaku operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Karena bukan hari ini saja, bulan lalu juga terjadi,” katanya, Rabu (6/1/2021) dilansir dari berita harian Batampos.
Ketua DPC Asosiasi Kontraktor air Indonesia (Akaindo) Kota Batam, Jhonson Sibuea kepada keprionline mengatakan. PT Moya selaku operator SPAM akan segera memperbaiki segala permasalahan pembengkakan iuran air pelanggan.
Jhonson meminta masyarakat untuk dapat mengecek tagihan yang mereka miliki di situs http://airminumbatam.bpbatam.go.id/ sebelum melakukan pembayaran.
Disinggung pernyataan dari Ombudsman Kepri yang meminta pelanggan air PT Moya agar menunda pembayaran Jhonson mengatakan seharusnya Ombudsman tidak boleh mengeluarkan pernyataan tersebut.
Sebab, sambungnya, tidak semua pelanggan yang mengalami pembengkakan air minum, “janganlah dipukul rata mengeluarkan pernyataan seperti itu, kan bisa menimbulkan masalah menjadi besar, karna masalah ini akan segera diperbaiki PT Moya, namun tetap Ombudsman untuk mengontrol”. Ujarnya.
Perlu digaris bawahi tidak semua pelanggan yang terkena pembengkakan iuaran air. Jhonson berharap PT Moya segera mengambil tindakan dalam hal memperbaiki sistem, dan segera menyelesaikan permasalahan pembengkakan iuran air. Agar kedepan tidak ada lagi permasalahan yang seperti ini. Ucapnya.
“Tidak ada yang sempurna, namanya juga PT Moya baru, sama halnya dengan PT ATB saat baru-baru sebagai operator kan tidak sempurna, namun dengan adanya permasalahan ini, saya berharap PT Moya agar lebih bagus lagi kedepannya, dan segera memperbaiki sistem. Katanya
BP Batam tetap harus mengontrol PT Moya dalam meningkatkan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Batam. “Saya yakin PT Moya akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat bahkan lebih baik lagi nanti seperti ATB. Ujar Jhonson.
“Saya mendukung sikap Kepala BP Batam, pak Rudi yang mempercayakan dimasa transisi 6 bulan kedepan kepada PT Moya sebagai pemenang tander selaku operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Artinya pak Rudi sudah mempercayakan, berarti PT Moya harus menjaga kepercayaan pak Rudi, dengan memperbaiki segala sistem sehingga tidak ada timbul permasalahan, dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pelanggan”. Tutup jhonson.





