Keprionline.co.id, Kepri – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan WAAW 2025 di Kepri dan menegaskan pentingnya pengawasan terhadap obat-obatan ilegal serta penggunaan antibiotik secara bertanggung jawab.
Gubernur Ansar menyampaikan terima kasih kepada BPOM yang selama ini menjadi mitra strategis Pemprov Kepri dalam pengawasan obat dan makanan serta mendukung pengembangan produk-produk lokal melalui program sterilisasi bakteri.
“BPOM Kepri ini selalu menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Banyak produk UMKM kita yang sudah mendapat pengesahan dari BPOM setelah melalui proses sterilisasi bakteri, dan ini membuka jalan agar produk lokal bisa masuk pasar ekspor,” ujar Ansar.
Ansar juga menyoroti posisi strategis Kepri sebagai jalur perdagangan internasional yang rentan dimasuki produk impor ilegal yang tidak melalui pengawasan, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat.
“Tidak sedikit produk impor ilegal yang beredar tanpa izin edar dan mengandung mikroba berbahaya. Karena itu, kita semua wajib merespon masalah ini bersama-sama,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa upaya pengendalian AMR harus menjadi gerakan bersama untuk menjaga daya saing produk dalam negeri dan melindungi kesehatan masyarakat.
“Kita ingin menuju Indonesia Emas 2045. Semua persoalan yang menghambat, termasuk penyalahgunaan antibiotik dan peredaran obat ilegal, harus kita atasi secara gotong royong,” tutup Gubernur Ansar kepada media, Kamis ( 20/11/2025). ( Juanda ).






