KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Baru 37 jam menikah, pengantin wanita ini harus kehilangan suaminya dalam kecelakaan maut.
“Menantu saya masih trauma dan masih menunggu es teh dan martabak yang dipesan ke suaminya,” kata Zaiton Yusof, ibunda mendiang Muhammad Mustaqim Mustafa, 25, yang meninggal karena kecelakaan di Kampung Surau Panjang, Malaysia.
Melansir dari Harian Metro, Zaiton, 57, mengatakan menantu perempuannya, Sharifah Erin Nurshafieka Saiyed Azman (20), sadar bahwa suaminya telah meninggal setelah sekitar 37 jam menjadi suami-istri.
Namun, ia masih tidak dapat menerima kenyataan kehilangan orang yang dicintainya.
Menurut dia, mendiang Muhammad Mustaqim yang juga bungsu dari tujuh bersaudara ini menikah dengan Sharifah Erin Nurshafieka di sebuah masjid di Kampung Beladau Kepong, sekitar pukul 12 siang, Kamis lalu.
“Istrinya Sharifah Erin memesan es teh dan martabak sebelum almarhum pergi mengirim ikan air tawar jualan ayahnya, Mustafa Ahmad (50) di sebuah restoran di Kampung Surau Panjang, pukul 12 siang kemarin.
“Sharifah Erin atau lebih akrab disapa Erin sudah mengetahui suaminya meninggal kemarin, tapi masih menunggu almarhum pulang dengan membawa permintaannya.” Ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kampung Beladau Kepong, belum lama ini.
Muhammad Mustaqim meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan ikan air tawar di sebuah restoran di Kampung Surau Panjang, pada pukul 13.10, Sabtu (5/2/2022).
Korban mengalami luka serius di bagian kepala setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan truk dan dinyatakan tewas di tempat.
Zaiton mengatakan, Erin berhasil menatap wajah suaminya untuk terakhir kalinya sebelum pemakaman dilakukan kemarin sore.
“Dia juga bersama kami dan saudara-saudara almarhum untuk menyiapkan makanan untuk upacara tahlil yang diadakan di masjid tadi malam.
“Setelah upacara tahlil, saya melihat Erin dalam keadaan gelisah dan masih setia menunggu suaminya yang baru menikah pulang dengan es teh dan martabak sampai larut malam,” katanya.
Zaiton menuturkan, pada malam kejadian, Muhammad Mustaqim beberapa kali menanyakan kepada ayahnya ingin pesan makanan apa karena sekalian akan ke restoran.
“Dia juga sering menanyakan saya mau pesan makanan apa sebelum berjabat tangan dan mencium tangan saya,” katanya.
Zaiton mengatakan Erin telah kembali ke keluarganya pagi ini. Namun beberapa kali ia meminta agar segera dihubungi jika suaminya, Muhammad Mustaqim kembali dari mengantar ikan.
“Sebelum kembali ke rumah keluarganya pagi ini, Erin beberapa kali meminta supaya suaminya menjemputnya nanti,” katanya.
Zaiton mengatakan, almarhum putranya juga tidak sempat menyelesaikan rumahnya sendiri meski bahan bangunan sudah dibeli.
“Almarhum berencana pindah ke rumahnya sendiri setelah ngunduh mantu bulan depan.” Katanya. (SUMBER: Tribun-Medan.com).






