KEPRIONLINE,CO,ID,SOSOK – Sepertinya tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin terlahir sebagai orang miskin. Tapi kaya dan miskin nyatanya memang ada. Tapi seiring berjalannya waktu, kehidupan seseorang bisa saja berubah. Si miskin jadi kaya ataupun sebaliknya. Atau si miskin tetap miskin dan si kaya tetaplah kaya.
Miskin dan kaya bukanlah ukuran dihadapanNya. Tapi bukan berarti hidup itu tak berusaha untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.
Seperti yang dialami Sulaiman atau yang sering dipanggil Buseng, pria asal Pontianak Kalimantan Barat ini, dulu berprofesi sebagai tukang Ojek kini kerja kerasnya membuahkan hasil menjadi seorang pengusaha kuliner terkenal dikawasan Nagoya square.
Saat ditemui Keprionline di lokasi tempat jualannya di Newstar Café tepatnya di belakang Hotel Batam Star kawasan Nagoya Square, Nagoya Batam. Ia menceritakan kisahnya yang begitu sangat susah sewaktu meniti karir.
Menghabiskan masa kanak-kanaknya di Pontianak, ayah dari dua orang anak ini bercita-cita sebagai koki, masuk masa remaja, Buseng memutuskan meninggalkan Pontianak untuk mengejar cita-citanya ke Ibukota Jakarta.
Bekerja Sebagai Kuli Bangunan
Sesampainya di Jakarta, tepatnya dikawasan Pademangan Jakarta Timur, ia harus merasakan kejamnya Ibu Kota, sempat menganggur berapa bulan hingga akhirnya bertemu dengan seseorang yang kemudian membawanya kerja sebagai kuli bangunan.
Namun karna ingin merubah nasib, Buseng memutuskan berhenti sebagai kuli bangunan ia mencoba melamar disalah satu tempat pengelolaan proses ikan Tuna, dan diterima.
Pertemuan dengan pasangan hidupnya, Supartima ketika ia bekerja di lokasi tersebut, Istrinya saat itu bekerja di warung makan yang berdekatan dengan lokasi ia bekerja, dari situ timbul benih-benih asmara diantara keduanya, hingga akhirnya menguatkan ikatan cinta dalam satu ikatan Suami-istri.
Mengadu nasib ke Kota Batam
Pada tahun 1994, Buseng dan istri memutuskan untuk mengadu nasib ke Kota Batam, sesampainya di Batam Buseng kembali memulai dari nol kembali, hidup susah kembali dijalanin, tepatnya dikawasan Putra Jaya Kundur atau yang sering dikenal terminal 2000, mereka mengadu nasib.
Karna belum ada kerjaan tetap Buseng memilih berprofesi sebagai tukang ojek, suka duka sebagai tukan ojek banyak dialaminya, tak lantas membuat dia putus asa, sebagai seorang ayah yang memiliki tanggungan, Buseng mencoba membuka warung makan menjual nasi campur bersama sang istri, sembari dirinya juga mengojek.
Masa-masa sulit mereka lalui, seiring waktu berjalan pria kelahiran tahun 1964 ini mencoba keberuntungan dengan mengganti jualan nasi campur pada tahun 2003 berganti menjadi warung sambal Ulek.walaupun demikian dirinya juga melakoni kerjaan sampingan sebagai tukang ojek.

Membuka Warung Cinta Sambal Mentah
Resep sambal dari olahan sang istri akhirnya membuka pintu lebar untuk mengembangkan usaha kulinernya,warung Sambal Ulek berubah nama menjadi Warung Cinta Sambal Mentah yang dibuka dikawasan Nagoya Square 100 persen halal.
Waktu berjalan akhirnya merubah masa-masa sulit itu menjadi masa mas bagi kehidupannya, kini ratusan orang datang setiap hari ke warungnya membeli masakan dengan rasa sambal yang begitu lezat dinikmati.
Setiap jam makan siang warungnya selalu dipadati pembeli dari berbagai penjuru Kota Batam, dan malam hari pun pembeli seakan tidak terbendung untuk mencicipi masakannya.
Dengan memperkerjakan 8 karyawannya, perubahan pun terjadi pada keluarga Buseng yang kini hidup bahagia dengan pundi-pundi penghasilan yang didapatinya dari usaha kerja keras bersama sang istri.

Vivian salah seorang karyawan diperusahaan swasta, mengaku sangat menikmati masakan warung cinta sambal mentah, dia mengatakan hampir setiap malam membeli dengan menu-menu yang berbeda. “saya udah menjadi langganan disini, sambalnya yang membuat saya sangat terkesan”,ungkap Vivian.
Bermacam-macam menu bisa dinikmati di warung cinta sambal ini.

Buseng mengatakan masakannya dapat di pesan dari Grabfood dan Gofood dengan nama warung Cinta Batam.
Dirinya merasa bersyukur masa-masa sulit dapat dilewati bersama sang istri tanpa ada rasa putus asa, “masa-masa pahit telah kami lewati, kerja keras dan doa yang merubah semuanya menjadi masa-masa indah sekarang ini” ujar Buseng. (Oki)






