Keprionline.co.id, Batam – Kasus tewasnya Ramli Syaifruddin (34), karyawan subkontraktor PT Vinex Caatindo yang meninggal dunia usai tersengat aliran listrik saat bekerja di PT ASL Shipyard, Kota Batam, terus menjadi perhatian publik. Insiden tragis tersebut terjadi pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 14.30 WIB dan kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.
Korban diketahui merupakan warga asal Kukuwerang RT/RW 011/005, Kelurahan Watohari, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa nahas yang merenggut nyawa tulang punggung keluarga tersebut memunculkan pertanyaan terkait standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri galangan kapal.
Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo, saat dikonfirmasi oleh media , membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah awal penyelidikan. Hingga saat ini, penyidik Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Batu Aji telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di lokasi kejadian dan telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Sudah ada tiga saksi yang kita periksa. Untuk melengkapi proses penyelidikan, pihak keluarga korban akan kami undang guna dimintai keterangan,” ujar AKP Raden Bimo, Minggu (4/1/2026).
Lebih lanjut, Raden Bimo menyampaikan bahwa pemanggilan keluarga korban dijadwalkan pada Senin (5/1/2026) di Mapolsek Batu Aji. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menggali informasi tambahan sekaligus melengkapi administrasi penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, Ramli Syaifruddin sedang melakukan pekerjaan pengecatan kapal ASL Sentosa menggunakan spray gun. Ia bekerja bersama seorang rekan yang bertugas sebagai operator boom lift. Saat proses pengecatan berlangsung, boom lift yang digunakan diduga tersangkut atau bersentuhan dengan kabel power yang terhubung ke box panel listrik di area kerja.
Akibat kejadian tersebut, Ramli diduga tersengat aliran listrik bertegangan tinggi hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri. Rekan kerja dan pihak perusahaan segera melakukan upaya pertolongan dengan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Elizabeth Sagulung. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. ( Oky ).






