Jumat, 18 September 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home WISATA KEPRI

Bawa Tas Sekolah Berat, Tulang Belakang Gadis 17 Tahun Jadi Bengkok 40 Derajat, Tak Bisa Jalan Biasa

kepri online
9 Februari 2022
di WISATA KEPRI
0
Bawa Tas Sekolah Berat, Tulang Belakang Gadis 17 Tahun Jadi Bengkok 40 Derajat, Tak Bisa Jalan Biasa

foto istimewa

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Seorang siswa harus menjalani operasi baru-baru ini untuk memperbaiki tulang punggungnya yang bengkok 40 derajat.

Ia mengalami hal tersebut lantaran kebiasaan membawa tas sekolah yang berat setiap tahun.

Baca Juga

Kunjungan Wisata Nusantara dan Asing Meningkat Masuk ke Kepri

Kunjungan Wisata Nusantara dan Asing Meningkat Masuk ke Kepri

4 Agustus 2025
56
Tak Sekadar Jadi Wisata Edukasi Sejarah, Museum Timah Indonesia Mentok Berikan Efek Domino Bagi Sektor Pariwisata

Tak Sekadar Jadi Wisata Edukasi Sejarah, Museum Timah Indonesia Mentok Berikan Efek Domino Bagi Sektor Pariwisata

25 Januari 2025
85

Ayah Nurul Hanim Fazwin (17) Mohd Zaqrul Razmal Mohd Podzi yang juga seorang dokter anak, yakin rutinitas membawa tas sekolah yang berat selama bertahun-tahun tidak hanya berdampak pada putrinya, tetapi juga banyak siswa sekolah.

Pasca operasi, Nurul Hanim yang sebelumnya aktif berolahraga harus menjalani karantina di “ruangan dingin” di rumahnya.

Ia tidak bisa berkeringat sama sekali dan harus tinggal di ruangan dengan suhu 16 derajat Celcius siang malam selama 21 hari.

“(Setelah ini) Saya tidak bisa membawa tas berat. Tidak bisa banyak jalan, tidak bisa olahraga, tidak bisa turun (naik) tangga,” kata Hanim mengacu pada saran dokter bedah tersebut.

Dia akan mengikuti ujian SPM pada akhir tahun ini, namun masa depan sekolahnya masih belum pasti.

Meski sudah menyerahkan surat dokter ke sekolah, ayahnya masih menunggu persetujuan kepala sekolah untuk memastikan kelas anaknya dipindahkan ke lantai satu.

Tanpa persetujuan itu, Hanim harus pergi ke kelas aslinya di lantai tiga yang akan membuatnya menghadapi berbagai risiko lagi.

“Mau dapat kerjasama sekolah pun juga masalah. Karena semua kelas tingkatan 5 ada di lantai atas. Kalau mau minta turun ke lantai bawah, entahlah. Kami sudah memberikan surat, mereka meminta orangtua saya untuk menulis surat mengapa perlu minta turun ke bawah.”

“Hal ini tergantung pada manajemen sekolah. Itu tergantung kebijaksanaan guru,” ujarnya dengan nada menyesal.

Zaqrul adalah dokter pediatri di Mawar Medical Center, Seremban.

Di awal wawancara, dia mengakui penelitian sebelumnya tidak menghasilkan bukti konklusif bahwa masalah membawa tas berat adalah satu-satunya faktor yang berkontribusi terhadap masalah tulang belakang dan pertumbuhan anak-anak dan remaja seperti putrinya.

Namun memeriksa rutinitas harian Hanim dan berdasarkan percakapan dengan dokter lain, serta kondisi yang terlihat di bangsal anak-anak rumah sakit tertentu, hubungan antara tas sekolah yang berat dan masalah kesehatan anak tidak dapat dikesampingkan.

Zaqrul juga tak mau menutup mata atas situasi yang dilihatnya di bangsal anak di University of Malaya Medical Center (UMMC).

“Saat saya ke UMMC, ternyata kasusnya mengerikan. Sejak usia 14 tahun, (sudah) 55 derajat (tulang bengkok). Banyak anak mulai menderita,” katanya.

Reaksi Orangtua Lain

Zaqrul berusaha memicu kesadaran masyarakat yang lebih luas tentang masalah tas berat, yakni sebagai seorang ayah dan dokter anak yang berpengalaman.

Dia mengunggah foto rontgen tulang belakang anaknya yang “rusak” di Facebook.

Saat itu, dia menyatakan bahwa “tas sekolah yang berat” menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi kondisi Hanim.

Penyampaian tersebut mengundang reaksi para orang tua yang juga berbagi pengalaman anak-anaknya mereka, termasuk mereka yang baru berusia tujuh tahun tetapi harus membawa tas sekolah yang beratnya mencapai 6kg.

“Ketika anak-anak membawa tas sejak Standar 1, berat tas mereka rata-rata 4-5kg, dibandingkan dengan berat anak-anak SD 1 yang paling ringan, 15-18kg. Artinya mereka (membawa tas sekolah) sepertiga dari beratnya.

“Mereka sudah ‘dilatih’ membawa (tas) seperti itu (dengan membungkuk). Jadi bila dibawa pada usia dini seperti itu, otomatis akan menimbulkan kerusakan saat ia besar nanti,” ujar dokter dan ayah dari 11 anak ini.

Zaqrul menolak terjebak dalam perdebatan dengan pihak yang menuntut bukti nyata bahwa masalah tulang belakang anak-anak dan remaja karena membawa tas sekolah yang berat sendirian.

“Penyakit ini (tulang belakang bengkok) kami sebut ‘ adolescent idiopathic scoliosis’. Adolescent berarti ‘remaja’, idiopatik kita katakan ‘tidak ada alasan’.

“Tapi memang, banyak anak-anak membawa tas (sekolah) yang berat. Itu sebabnya postingan saya (Facebook) mengatakan ‘salah satu’. Dalam banyak penelitian tidak mungkin untuk menyalahkan secara langsung (karena tas yang berat).

Itulah mengapa dokter selalu mengatakan sebagai idiopatik, tak diketahui. Tapi juga bukan berarti kita bisa menerima anak-anak membawa tas berat,” ujarnya.

Zaqrul menuturkan, meski persoalan tas sekolah yang berat bukanlah hal baru, namun masih belum bisa disikapi tuntas oleh pihak berwajib.

“Dari waktu ke waktu, tas lebih berat. Satu subjek memiliki buku teks, buku catatan, buku latihan. Ada yang direkomendasikan oleh KPM dan ada juga buku yang direkomendasikan oleh guru karena guru tidak setuju dengan KPM. (Akhirnya) satu mata pelajaran (ada) empat buku.”

Zaqrul menegaskan, masalah tas sekolah yang berat harus dijadikan polemik nasional karena menurutnya semakin banyak anak yang akan menderita sakit punggung jika tidak segera diatasi dengan baik.

Kementerian Pendidikan mengeluarkan surat edaran pada tahun 2018 tentang masalah tas berat dengan menetapkan pedoman khusus seperti mengatur tiga hingga empat mata pelajaran sehari.

Selain itu juga membuat sistem loker, mengadakan diskusi dengan Ikatan Orang Tua dan Guru, memberikan air minum gratis kepada siswa, memeriksa berat tas siswa secara teratur, dan lain-lain.

Faktanya, isu tersebut masih hangat dan menimpa orang tua seperti Zaqrul dan juga putrinya Hanim. (SUMBER: Tribun-Medan.com).

Tags: tas sekolah berattulang belakangtulang belakang bengkoktulang belakang bengkok 40 derajat
Sebelumnya

25 Kilogram Ganja Kering Disita Polisi Dari Seorang Pemuda Di Padang Besi Kota Padang

Berikutnya

Kapolri Tinjau Pelaksanaan Percepatan Vaksinasi Serentak Se-Indonesia Di Bintan Kepulauan Riau 

Berita Terkait

Kunjungan Wisata Nusantara dan Asing Meningkat Masuk ke Kepri
KEPRI TANJUNGPINANG

Kunjungan Wisata Nusantara dan Asing Meningkat Masuk ke Kepri

4 Agustus 2025
56
Tak Sekadar Jadi Wisata Edukasi Sejarah, Museum Timah Indonesia Mentok Berikan Efek Domino Bagi Sektor Pariwisata
WISATA KEPRI

Tak Sekadar Jadi Wisata Edukasi Sejarah, Museum Timah Indonesia Mentok Berikan Efek Domino Bagi Sektor Pariwisata

25 Januari 2025
85
Dewi Aulia Wakili Kepri Ajang Pemilihan Miss Tourism World 2023 di Beijing
BATAM

Dewi Aulia Wakili Kepri Ajang Pemilihan Miss Tourism World 2023 di Beijing

23 September 2023
322

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • 12 Ilmuwan Indonesia yang Penemuannya Diakui Dunia, Pelajar Harus Tahu!

    12 Ilmuwan Indonesia yang Penemuannya Diakui Dunia, Pelajar Harus Tahu!

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kesal Tak Diajak Berhubungan Badan, Tante Di Riau Ajak Keponakan Dan Suami Main Bertiga

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Senangkan Hati Suami Mandul, Diam-Diam Istri Paksa Pria Lain Tidur Di Hotel Agar Bisa Hamil

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pertumbuhan Ekonomi Kepri Naik 6,99 Persen

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PWI Kepri Tunda Penyerahan Anugerah Warta Marwah, Hormati Suasana Duka Batam

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ketua PWI Pusat Mengencam Dugaan Tindakan Perampasan Telepon Seluler Wartawan Saat Liputan Penggrebekan F! Club Batam

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kebanyakan Nonton Bokep, Adik Cabuli Kakak Kandung Hingga Hamil

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Gelar OKK Perdana Hingga Agendakan UKW di BP Batam, PWI Kepri Perketat Standar Etika Wartawan 2026

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.