KEPRIONLINE,CO,ID,Batam – Air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat di sebuah kota. Tanpa ketersediaan air yang mencukupi, aktivitas usaha maupun kehidupan rumah tangga akan terhambat.
Demikian pula halnya dengan Kota Batam. Selama ini, kegiatan industri dan rumah tangga di Batam disokong oleh enam waduk besar yang masih aktif, yaitu Waduk Duriangkang, Sei Ladi, Nongsa, Mukakuning, Tembesi, dan juga Sei Harapan.

Dalam hal ini Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (Akaindo) sebagai mitra Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam akan memberikan masukan-masukan yang bersifat positif agar kedepan pelayanan air ke Masyarakat akan lebih baik. Ungkap Ketua Akaindo Batam Jhonson Sibuea kepada keprionline, Kamis (17/6/2021).
Artinya keluhan-keluhan klasik dari masyarakat terkait kualitas air, penyambungan air dan kurang pelayanan laiinnya yang masih sering terdengar, dapat segera diminimalisir nol keluhan
Dijelaskan Jhonson Pengelolaan air bersih, sebelumnya dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) sejak tahun 1995 – 2020. Seiring berakhirnya kontrak kerja PT ATB dengan BP Batam pada November 2020, pengelolaan SPAM Batam pun kini dijalankan oleh PT Moya Indonesia.
“BP Batam dalam hal ini, sebagai pengawas dan penanggungjawab pengelolaan air di Batam untuk selalu berupaya menjaga agar pelayanan prima air ke masyarakat berjalan optimal”. Ucapnya
Jhonson berharap SPAM Batam semakin baik dalam pelayan kebutuhan air minum ke masyarakat dibawah komando Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan. Peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat dan dunia usaha adalah terobosan BP Batam, ini yang menjadi apresiasi Akaindo.
Dengan adanya terobosan-terobosan SPAM Batam dalam menyelesaikan permasalahan tekhnis di lapangan. Antara lain seperti sambungan air, ketersediaan meteran dan banyak hal untuk kepentingan masyarakat, Akaindo dapat bekerjasama memberi masukan kepada SPAM Batam.
“Sejauh ini konsep yang dilakukan SPAM Batam sudah bagus, oleh karena itu SPAM Batam juga harus melakukan pengawasan dan regulasi yang ketat untuk melindungi konsumen air di Batam”. Ujarnya
Pengelolaan air minum yang profesional adalah syarat mutlak yang harus dimiliki daerah tujuan investasi seperti Batam. Karena itu, Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (Akaindo) Kota Batam meminta Pemerintah dalam hal ini BP Batam harus sangat profisional memilih operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam kedepannya.
Akaindo menaruh harapan besar terhadap calon operator SPAM Batam. Demi menjaga iklim dunia usaha agar tetap kondusif, calon operator SPAM Batam harus diisi perusahaan profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Siapa pun pemenangnya Akaindo akan bekerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat Batam.
Dalam perjalanan 6 bulan terkahir SPAM Batam sudah mempercayakan pengelolaan air bersih ke PT Moya Indonesia. Namun demikian ada konsep yang terbaik diberikan SPAM Batam kedepannya yaitu konsep hilir-hulu. Artinya tidak ada lagi keluhan masyarakat yang tidak mendapatkan air.
Selain itu Jhonson mengatakan, Akaindo menilai solusi penyambungan air ke rumah Ruli oleh SPAM Batam agar di kaji ulang. Karena dampak ke depannya akan menjadi masalah krusial disebabkan status tanah yang belum jelas.
Artinya kedepan apabila pemilik lahan mengambil lahannya yang ditempati oleh masyarakat, ini bisa menimbulkan kerugian dialami SPAM Batam. Untuk menyambungkan pipa induk ke rumah warga tersebut butuh biaya besar.
“Disinilah SPAM Batam dan Akaindo dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik tentang permasalahan buat saudara kita tinggal di ruli”. Katanya
Akaindo berharap SPAM Batam harus tegas apabila ditemukan kios air menaikan tarif yang telah ditentukan.
Akaindo menilai langkah kios air sudah tepat saat ini, SPAM Batam tinggal mengkontrol ke lapangan guna dapat menekan tingginya tarif kios air yang dikenakan pengelola/pengusaha kios air terhadap masyarakat yang tinggal rumah liar (ruli).
Sebenarnya sedari awal BP Batam sudah memiliki konsep kepada masyarakat yang tinggal di Ruli, seperti konsep penyediaan kios-kios air di setiap pemukiman masyarakat.
Solusi penyediaan kios-kios air di setiap pemukiman sangat baik, tinggal gimana caranya mengatur tarif air dapat terjangkau oleh masyarakat. Ujarnya lagi. (Oki)






