Jumat, 10 Juli 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home BATAM

Ada Indikasi Beras Impor Masuk ke Batam Melalui Jalur Penyeludupan

Redaksi
24 November 2025
di BATAM
0
Ada Indikasi Beras Impor Masuk ke Batam Melalui Jalur Penyeludupan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ( Foto Istimewa ).

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

Keprionline.co.di, Batam – Polemik peredaran beras ilegal asal Thailand kembali memanas setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terbuka menyampaikan adanya indikasi kuat bahwa beras impor tanpa izin telah masuk ke Batam melalui jaringan penyelundupan yang lebih besar.

Temuan di lapangan yang bermula dari penggerebekan di Pelabuhan Sabang, Aceh, kini menyeret dugaan aliran distribusi ke berbagai wilayah strategis, termasuk Batam yang dikenal sebagai pusat aktivitas logistik dan perdagangan internasional.

Baca Juga

Bupati Iskandarsyah Terima Kunker Komisi IX DPR RI, Dorong Program Strategis untuk Karimun

Wagub Kepri Ajak PGIW Perkuat Kerukunan, Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Pesparawi

10 Juli 2026
6
BKD Kepri Hadirkan Online Assessment Center, 1.720 ASN Telah Ikuti Penilaian Kompetensi Secara Digital

Tokoh Masyarakat Desak Panitia Bertanggung Jawab atas Gagalnya Kontingen Pesparawi Kepri ke Manokwari

6 Juli 2026
21

Pernyataan tegas ini disampaikan Mentan Amran pada Minggu (23/11/2025) setelah ia turun langsung ke lokasi penindakan bersama Satgas Pangan. Dalam konferensi persnya, Amran mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengaktifkan koordinasi lintas institusi, termasuk dengan aparat penegak hukum di daerah, untuk menelusuri indikasi penyelundupan beras ilegal yang diduga mulai merambah Batam. Ia memastikan telah menghubungi Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Syafrudin, untuk meminta percepatan langkah penyelidikan di kawasan tersebut.

Di tengah meningkatnya perhatian publik, mencuat pula tiga nama besar pemasok beras di Batam berinisial Ak, Vi, dan As yang disebut-sebut oleh berbagai sumber sebagai pihak yang “berpotensi ikut tersangkut” dalam dugaan aliran distribusi beras ilegal tersebut.

Ketiganya dikenal sebagai pemasok dominan yang menguasai peredaran beras di sejumlah wilayah di Kepri. Meski belum ada penetapan hukum, kemunculan nama-nama ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan pemasok dari luar negeri.

Menurut Amran, dugaan keterlibatan Batam terungkap setelah pemerintah menemukan sebuah jaringan penyelundupan beras berskala besar yang beroperasi melalui Pelabuhan Sabang.

Temuan ini mengindikasikan bahwa Sabang bukanlah titik akhir distribusi, melainkan salah satu gerbang awal sebelum barang dialihkan ke daerah lain yang memiliki pergerakan logistik tinggi. Batam menjadi salah satu wilayah yang dianggap paling rentan karena posisinya yang strategis, kepadatan arus keluar masuk barang, dan koneksi erat dengan jalur perdagangan internasional.

Sebelumnya, tim gabungan Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan melakukan penyegelan terhadap sebuah gudang besar milik PT Multazam Sabang Group setelah menemukan sekitar 250 ton beras impor ilegal di lokasi tersebut.

Seluruh aktivitas bongkar muat dihentikan, dan aparat kini mendalami kemungkinan adanya pihak yang menerima atau mendistribusikan barang tersebut ke luar Aceh. Pemeriksaan terhadap pemilik gudang, operator transportasi, dan pihak-pihak terkait lainnya masih berlangsung.

Sejumlah analis menilai bahwa penyelundupan beras asing ke Indonesia bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu stabilitas pasar beras nasional. Harga pasar dapat terdistorsi akibat masuknya barang murah tanpa izin, sementara pelaku usaha lokal yang mengikuti aturan justru tertekan.

Jika benar Batam terlibat sebagai salah satu titik distribusi, maka pola penyelundupan ini dianggap telah mencapai skala yang lebih terstruktur.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik-praktik ilegal di sektor pangan, apalagi yang dapat berdampak pada stabilitas harga dan keamanan pangan nasional. Ia meminta seluruh pihak, termasuk importir dan distributor di daerah, untuk bersikap profesional dan mengikuti prosedur perizinan yang telah ditetapkan. ( Oky ).

 

Sebelumnya

Kekuatan Ekonomi Kepri Ditopang oleh Fondasi Enam Kawasan Ekonomi Khusus

Berikutnya

Pengamat Ekonomi Melihat ada Komprasi Kongkalikong di Balik Penangkapan Dua Kontainer Milik PT PLS

Berita Terkait

Bupati Iskandarsyah Terima Kunker Komisi IX DPR RI, Dorong Program Strategis untuk Karimun
BATAM

Wagub Kepri Ajak PGIW Perkuat Kerukunan, Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Pesparawi

10 Juli 2026
6
BKD Kepri Hadirkan Online Assessment Center, 1.720 ASN Telah Ikuti Penilaian Kompetensi Secara Digital
BATAM

Tokoh Masyarakat Desak Panitia Bertanggung Jawab atas Gagalnya Kontingen Pesparawi Kepri ke Manokwari

6 Juli 2026
21
BKD Kepri Hadirkan Online Assessment Center, 1.720 ASN Telah Ikuti Penilaian Kompetensi Secara Digital
BATAM

Legalitas Arena Permainan di Lion Square 91 Batam Disorot, Pengelola Diminta Beri Penjelasan

6 Juli 2026
11

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Dua Oknum Diduga PNS Bintan Mesum di Pantai Trikora Dipanggil Hari Ini, Ternyata Pegawai Honorer

    Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Jaksa Agung Instruksikan Seluruh Kejati dan Kejari Bersinergi dengan SMSI Dukung Program Jaga Desa

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tokoh Masyarakat Desak Panitia Bertanggung Jawab atas Gagalnya Kontingen Pesparawi Kepri ke Manokwari

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aset Yayasan Isenabasa Barelang Diduga Beralih, Tim Peduli Isenabasa Dibentuk untuk Mengusut Dugaan Pengalihan Lahan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kapolres Karimun Pimpin Sertijab Enam Jabatan Strategis

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemprov Kepri Kucurkan Rp2,9 Miliar untuk Rehabilitasi RSUD Tanjung Batu Kundur

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dewi Kumalasari Buka Bazar dan Expo MTQ XII Kepri 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PT TIMAH Perbarui RIPPM di Belitung, Libatkan Pemda dan Masyarakat Susun Program Pemberdayaan

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Ansar Ahmad Resmi Buka POPDA X Kepri 2026 di Karimun, Diikuti Ribuan Atlet dan Ofisial

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemeran Video Mesum yang Viral Diamankan Polisi dan Masih ABG

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.