Senin, 25 Mei 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home BATAM

Ada Indikasi Beras Impor Masuk ke Batam Melalui Jalur Penyeludupan

Redaksi
24 November 2025
di BATAM
0
Ada Indikasi Beras Impor Masuk ke Batam Melalui Jalur Penyeludupan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ( Foto Istimewa ).

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

Keprionline.co.di, Batam – Polemik peredaran beras ilegal asal Thailand kembali memanas setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terbuka menyampaikan adanya indikasi kuat bahwa beras impor tanpa izin telah masuk ke Batam melalui jaringan penyelundupan yang lebih besar.

Temuan di lapangan yang bermula dari penggerebekan di Pelabuhan Sabang, Aceh, kini menyeret dugaan aliran distribusi ke berbagai wilayah strategis, termasuk Batam yang dikenal sebagai pusat aktivitas logistik dan perdagangan internasional.

Baca Juga

Kasihumas Polresta Barelang Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Rakernis Humas Polda Kepri 2026

Kasihumas Polresta Barelang Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Rakernis Humas Polda Kepri 2026

22 Mei 2026
13
Lanal TBK dan INTI Karimun Gelar Bakti Sosial serta Pengobatan Gratis di Durai

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 122 Ribu Benih Lobster di Batam, Dua Pelaku Diamankan

21 Mei 2026
13

Pernyataan tegas ini disampaikan Mentan Amran pada Minggu (23/11/2025) setelah ia turun langsung ke lokasi penindakan bersama Satgas Pangan. Dalam konferensi persnya, Amran mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengaktifkan koordinasi lintas institusi, termasuk dengan aparat penegak hukum di daerah, untuk menelusuri indikasi penyelundupan beras ilegal yang diduga mulai merambah Batam. Ia memastikan telah menghubungi Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Syafrudin, untuk meminta percepatan langkah penyelidikan di kawasan tersebut.

Di tengah meningkatnya perhatian publik, mencuat pula tiga nama besar pemasok beras di Batam berinisial Ak, Vi, dan As yang disebut-sebut oleh berbagai sumber sebagai pihak yang “berpotensi ikut tersangkut” dalam dugaan aliran distribusi beras ilegal tersebut.

Ketiganya dikenal sebagai pemasok dominan yang menguasai peredaran beras di sejumlah wilayah di Kepri. Meski belum ada penetapan hukum, kemunculan nama-nama ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan pemasok dari luar negeri.

Menurut Amran, dugaan keterlibatan Batam terungkap setelah pemerintah menemukan sebuah jaringan penyelundupan beras berskala besar yang beroperasi melalui Pelabuhan Sabang.

Temuan ini mengindikasikan bahwa Sabang bukanlah titik akhir distribusi, melainkan salah satu gerbang awal sebelum barang dialihkan ke daerah lain yang memiliki pergerakan logistik tinggi. Batam menjadi salah satu wilayah yang dianggap paling rentan karena posisinya yang strategis, kepadatan arus keluar masuk barang, dan koneksi erat dengan jalur perdagangan internasional.

Sebelumnya, tim gabungan Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan melakukan penyegelan terhadap sebuah gudang besar milik PT Multazam Sabang Group setelah menemukan sekitar 250 ton beras impor ilegal di lokasi tersebut.

Seluruh aktivitas bongkar muat dihentikan, dan aparat kini mendalami kemungkinan adanya pihak yang menerima atau mendistribusikan barang tersebut ke luar Aceh. Pemeriksaan terhadap pemilik gudang, operator transportasi, dan pihak-pihak terkait lainnya masih berlangsung.

Sejumlah analis menilai bahwa penyelundupan beras asing ke Indonesia bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu stabilitas pasar beras nasional. Harga pasar dapat terdistorsi akibat masuknya barang murah tanpa izin, sementara pelaku usaha lokal yang mengikuti aturan justru tertekan.

Jika benar Batam terlibat sebagai salah satu titik distribusi, maka pola penyelundupan ini dianggap telah mencapai skala yang lebih terstruktur.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik-praktik ilegal di sektor pangan, apalagi yang dapat berdampak pada stabilitas harga dan keamanan pangan nasional. Ia meminta seluruh pihak, termasuk importir dan distributor di daerah, untuk bersikap profesional dan mengikuti prosedur perizinan yang telah ditetapkan. ( Oky ).

 

Sebelumnya

Kekuatan Ekonomi Kepri Ditopang oleh Fondasi Enam Kawasan Ekonomi Khusus

Berikutnya

Pengamat Ekonomi Melihat ada Komprasi Kongkalikong di Balik Penangkapan Dua Kontainer Milik PT PLS

Berita Terkait

Kasihumas Polresta Barelang Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Rakernis Humas Polda Kepri 2026
BATAM

Kasihumas Polresta Barelang Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Rakernis Humas Polda Kepri 2026

22 Mei 2026
13
Lanal TBK dan INTI Karimun Gelar Bakti Sosial serta Pengobatan Gratis di Durai
BATAM

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 122 Ribu Benih Lobster di Batam, Dua Pelaku Diamankan

21 Mei 2026
13
Bea Cukai Kepri Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal dan Ribuan Liter Miras, Kerugian Negara Capai Rp5,7 Miliar
BATAM

Brimob Polda Kepri Bentuk Karakter Pegawai BP Batam Lewat Diklat Orientasi

19 Mei 2026
11

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • BUP Karimun Klarifikasi Aktivitas Bongkar Muat Limbah B3 di Pelabuhan Parit Rempak

    BUP Karimun Klarifikasi Aktivitas Bongkar Muat Limbah B3 di Pelabuhan Parit Rempak

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Investor Belanda Tawarkan Proyek PLTS di Karimun, Bupati Siapkan Lahan 10 Hektare

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • GAMKI Batam Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Soroti Keadilan Ekologi dan Nasib Masyarakat Adat Papua

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Bea Cukai Kepri Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal dan Ribuan Liter Miras, Kerugian Negara Capai Rp5,7 Miliar

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kapolres Karimun Klarifikasi Hibah Rp4,4 Miliar dari Pemkab: Masih Tahap Lelang dan Diawasi Berlapis

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Diduga Jadi Jalur Rokok Ilegal Antar Pulau, Pelabuhan Sri Tanjung Gelam Diminta Diawasi Ketat

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Peredaran Rokok Tanpa Cukai Kian Marak di Karimun, Aparat Dinilai Belum Maksimal

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Viral ! Videon Bidan PNS Mesum di Dalam Mobil 

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polres Karimun Gelar Simulasi Tanggap Darurat di PLTU Sebatak, Antisipasi Black Out hingga Huru-Hara

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Wagub Kepri Paparkan Strategi Cross Border Tourism di Rakornas Pariwisata 2026

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.