Minggu, 18 Oktober 2026
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Penyebar Informasi Tanpa Batas
  • BATAM
  • KARIMUN
  • KEPRI TANJUNGPINANG
  • BINTAN
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Penyebar Informasi Tanpa Batas
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
HOME BATAM KARIMUN KEPRI TANJUNGPINANG BINTAN PASANG IKLAN Pedoman Media Siber
Home BATAM

Ada Indikasi Beras Impor Masuk ke Batam Melalui Jalur Penyeludupan

Redaksi
24 November 2025
di BATAM
0
Ada Indikasi Beras Impor Masuk ke Batam Melalui Jalur Penyeludupan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ( Foto Istimewa ).

Bagikan di FacebookBagikan di WhatsappBagikan di Twitter

Keprionline.co.di, Batam – Polemik peredaran beras ilegal asal Thailand kembali memanas setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara terbuka menyampaikan adanya indikasi kuat bahwa beras impor tanpa izin telah masuk ke Batam melalui jaringan penyelundupan yang lebih besar.

Temuan di lapangan yang bermula dari penggerebekan di Pelabuhan Sabang, Aceh, kini menyeret dugaan aliran distribusi ke berbagai wilayah strategis, termasuk Batam yang dikenal sebagai pusat aktivitas logistik dan perdagangan internasional.

Baca Juga

Kawal Hak Pekerja Migran, KJRI Johor Bahru Dampingi Deportasi 114 WNI ke Tanah Air

Kawal Hak Pekerja Migran, KJRI Johor Bahru Dampingi Deportasi 114 WNI ke Tanah Air

15 Oktober 2026
15
Tim Kuasa Hukum Yayasan IONKENEDIA Jangan Hambat Pembangunan Sarana Sosial Masyarakat Batak

Tim Kuasa Hukum Yayasan IONKENEDIA Jangan Hambat Pembangunan Sarana Sosial Masyarakat Batak

7 Oktober 2026
24

Pernyataan tegas ini disampaikan Mentan Amran pada Minggu (23/11/2025) setelah ia turun langsung ke lokasi penindakan bersama Satgas Pangan. Dalam konferensi persnya, Amran mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengaktifkan koordinasi lintas institusi, termasuk dengan aparat penegak hukum di daerah, untuk menelusuri indikasi penyelundupan beras ilegal yang diduga mulai merambah Batam. Ia memastikan telah menghubungi Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Syafrudin, untuk meminta percepatan langkah penyelidikan di kawasan tersebut.

Di tengah meningkatnya perhatian publik, mencuat pula tiga nama besar pemasok beras di Batam berinisial Ak, Vi, dan As yang disebut-sebut oleh berbagai sumber sebagai pihak yang “berpotensi ikut tersangkut” dalam dugaan aliran distribusi beras ilegal tersebut.

Ketiganya dikenal sebagai pemasok dominan yang menguasai peredaran beras di sejumlah wilayah di Kepri. Meski belum ada penetapan hukum, kemunculan nama-nama ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan pemasok dari luar negeri.

Menurut Amran, dugaan keterlibatan Batam terungkap setelah pemerintah menemukan sebuah jaringan penyelundupan beras berskala besar yang beroperasi melalui Pelabuhan Sabang.

Temuan ini mengindikasikan bahwa Sabang bukanlah titik akhir distribusi, melainkan salah satu gerbang awal sebelum barang dialihkan ke daerah lain yang memiliki pergerakan logistik tinggi. Batam menjadi salah satu wilayah yang dianggap paling rentan karena posisinya yang strategis, kepadatan arus keluar masuk barang, dan koneksi erat dengan jalur perdagangan internasional.

Sebelumnya, tim gabungan Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan melakukan penyegelan terhadap sebuah gudang besar milik PT Multazam Sabang Group setelah menemukan sekitar 250 ton beras impor ilegal di lokasi tersebut.

Seluruh aktivitas bongkar muat dihentikan, dan aparat kini mendalami kemungkinan adanya pihak yang menerima atau mendistribusikan barang tersebut ke luar Aceh. Pemeriksaan terhadap pemilik gudang, operator transportasi, dan pihak-pihak terkait lainnya masih berlangsung.

Sejumlah analis menilai bahwa penyelundupan beras asing ke Indonesia bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu stabilitas pasar beras nasional. Harga pasar dapat terdistorsi akibat masuknya barang murah tanpa izin, sementara pelaku usaha lokal yang mengikuti aturan justru tertekan.

Jika benar Batam terlibat sebagai salah satu titik distribusi, maka pola penyelundupan ini dianggap telah mencapai skala yang lebih terstruktur.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik-praktik ilegal di sektor pangan, apalagi yang dapat berdampak pada stabilitas harga dan keamanan pangan nasional. Ia meminta seluruh pihak, termasuk importir dan distributor di daerah, untuk bersikap profesional dan mengikuti prosedur perizinan yang telah ditetapkan. ( Oky ).

 

Sebelumnya

Kekuatan Ekonomi Kepri Ditopang oleh Fondasi Enam Kawasan Ekonomi Khusus

Berikutnya

Pengamat Ekonomi Melihat ada Komprasi Kongkalikong di Balik Penangkapan Dua Kontainer Milik PT PLS

Berita Terkait

Kawal Hak Pekerja Migran, KJRI Johor Bahru Dampingi Deportasi 114 WNI ke Tanah Air
BATAM

Kawal Hak Pekerja Migran, KJRI Johor Bahru Dampingi Deportasi 114 WNI ke Tanah Air

15 Oktober 2026
15
Tim Kuasa Hukum Yayasan IONKENEDIA Jangan Hambat Pembangunan Sarana Sosial Masyarakat Batak
BATAM

Tim Kuasa Hukum Yayasan IONKENEDIA Jangan Hambat Pembangunan Sarana Sosial Masyarakat Batak

7 Oktober 2026
24
Tim Kuasa Hukum Yayasan IONKENEDIA Jangan Hambat Pembangunan Sarana Sosial Masyarakat Batak
BATAM

Tim Kuasa Hukum Yayasan IONKENEDIA Jangan Hambat Pembangunan Sarana Sosial Masyarakat Batak

6 Oktober 2026
15

TV KEPRIONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=RmUtzkMvAog

Berita Populer

  • Kades Jang Akui Tolak Tanda Tangani Surat Tanah Karena Masuk Hutan Lindung Bukan Karena Ada Dendam Pribadi

    Kades Jang Akui Tolak Tanda Tangani Surat Tanah Karena Masuk Hutan Lindung Bukan Karena Ada Dendam Pribadi

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Akibat Candu Film Dewasa, Suami Terkejut Saat Nonton Video Syur, Pemeran Wanitanya Tak Asing

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Dua Orang Diduga Pengguna Narkoba Terjaring Raziah

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • PT AAP Serahkan Beda Rumah dan Bantuan Paket Sembako ke Warga Teluk Lekup

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Sengketa Lahan di Karimun, Iskandar Tio: “Saya Difitnah”, Nama Baik Saya Dicemarkan Oleh Nia Wulandari Bagus Selaku Direktur Utama

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kawal Hak Pekerja Migran, KJRI Johor Bahru Dampingi Deportasi 114 WNI ke Tanah Air

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Danantara Indonesia Tegaskan Komitmen Peningkatan Layanan PLN

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Polisi Bagikan Masker ke Pengguna Jalan, Jumlah Kasus ISPA Naik 38 Persen

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kesal Tak Diajak Berhubungan Badan, Tante Di Riau Ajak Keponakan Dan Suami Main Bertiga

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemeran Video Mesum yang Viral Diamankan Polisi dan Masih ABG

    0 dibagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Penyebar Informasi Tanpa Batas

Alamat Redaksi :

Jln. Raja Oesman Kel Harjosari
Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau
Telepon : 0777 7363866

Hubungi Kami :

PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA
info@keprionline.co.id

  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • #14456 (tanpa judul)
  • Disclaimer
  • PASANG IKLAN
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Susunan Redaksi keprioline.co.id
  • Tentang Kami
  • Terms-and Conditions

© 2020 Kepri Online - PT.EMWIL SERIBU LINTAS MEDIA - All Right Reserved.