Keprionlline.co.id, Karimun – Kapal Tongkang Comford Shipping 272 mengangkut batu dari Batu Pahat, Malaysia terlihat miring. Kapal tersebut terlihat di perairan Pongkar, Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun. Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Laut Kelas I Tanjung Balai Karimun memastikan bahwa kapal tersebut sudah melengkapi dokumen pelayaran dan diizinkan berlayar saat itu karena sudah memenuhi standar operasi.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Balai Karimun (KSOP) Karimun , melalui Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli , Sunaryanto memastikan kapal tongkang Comford Shipping 272 yang ditarik tagboat “Bina marine 31 mengalami kebocoran dan terpaksa harus dikandaskan diperairan terdekat yakni perairan Pongkar,Karimun pada Kamis (13/11/2025) lalu tersebut ditemukan kelayakan dokumen, bahkan muatan yang dibawa saat itu masih dibawa standar. Sehingga diduga kemiringan kapal bermuatan 240 Feet atau 4000 an ton ini murni akibat cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang pada 14 November 2025 lalu, ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/11/2025).
Sunaryanto menjelaskan pihaknya agen telah menghubungi kita, dan saat ini lagi mengurus ijin untuk kegiatan pembongkaran muatan ke tongkang yang lain agar tongkang yang bocor dapat diperbaiki kebocorannya,” ucapnya.
“Pihak KSOP telah melakukan sidak ke lokasi keberadaan tongkang yang bocor tersebut , sambungnya.
Sunaryanto Kabid Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP) di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun menerangkan bahwa pihak KSOP telah sidak ke lokasi tongkangnya, saat ini kita menunggu kedatangan pihak agen yang rencananya hari ini mengurus ijin untuk kegiatan pembongkaran muatan dan rencana perbaikan tongkangnya,” terang Sunaryanto lagi
Sementara itu, pihak agen pelayaran cabang Karimun PT.Putra Samudra Inti , Raja Silalahi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kapal tersebut sebelumnya muatan batu 20 mm di Batu Pahat Malaysia untuk dibawa ke Singapura. Saat satu hari perjalanan dikarenakan ombak dan angin yang kuat, tongkang alami kebocoran.
“Kapten kapal menghubungi Owner kapal dimana saat komunikasi kapten menerangkan ke Owner kapal jika dilanjutkan berlayar menuju ke Singapura kemungkinan besar tongkang akan tenggelam. Lalu kapten meminta Owner Kapal agar menghubungi agen pelayaran di Karimun untuk mencarikan titik koordinat terdekat diperairan Pongkar kabupaten Karimun,” ujar Raja Silalahi agen Pelayaran Cabang Karimun PT. Putra Samudra Inti
Lanjut Raja Silalahi menerangkan bahwa ia selanjutnya menghubungi temannya yang berada di Pongkar untuk meminta bantuan mencarikan titik koordinat yang aman dan tidak menggangu alur pelayaran dan aktivitas nelayan.
“Atas informasi teman yang di Pongkar, akhirnya tongkang dapat kami kandaskan sesuai titik koordinat yang aman tersebut. Saat ini kami sedang mengurus ijin perbaikan dan bongkar muatan batunya ke tongkang lain yang sudah standby. Setelah tongkang nya diperbaiki, muatan batunya akan dimuat kembali dan akan meneruskan pelayaran menuju Singapura,” ungkap Raja Silalahi. ( JMS ) .






