Keprionline.co.id, Batam – Kisruh di Pulau Rempang dan Pulau Galang, memliki dampak negatif bagi dunia pariwisata di Kota Batam, salah satunya jumlah kunjungan wisatwan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
Hal ini disampaikan langsung David salah seorang warga Tanjungpinang yang menetap di Johor Bahru Malaysia mengatakan persoalan rencana relokasi masyarakat Pulau Rempang dan Pulang Galang sudah menjadi isu nasional maupun dunia internasional.
“Khususnya kami yang berada di Johor Bahru, ada beberapa teman yang setiap akhir minggu bepergian ke Batam, baik hanya untuk sekedar belanja maupun melaksanakan kegiatan olahraga golf. Karena melihat kondisi Batam kurang kondusif akhirnya mereka membatalkan niat berkunjung,” ujar David, Rabu (13/9/2023).
Kita berharap pemerintah Indonesia bisa segera memulihkan stabilitas keamanan kota Batam, agar wisatawan khususnya warga Johor Bahru Malaysia tidak lagi khawatir untuk datang ke Batam, pintanya.
Bentok antara demonstrans dan petugas keamanan disinyalir menjadi penyebab wisatawan asing dan warga luar Batam memilih untuk tidak berkunjung ke Batam. Trauma dan kekhawatiran sepertinya menjadi salah satu indikator kebanyakan wisman batal berkunjung ke Batam. (Gordon)






