KEPRIONLINE.CO.ID, INTERNASIONAL – Belum lama ini viral terkait kabar mengenai seorang remaja yang memiliki ekor di bagian punggungnya.
Remaja bernama Deshant Adhikari ini mengaku telah mempunyai ekor tersebut sejak Ia lahir. Berdasarkan penuturan pendeta lokal, sosok Deshant sebagai jelmaan dari dewa monyet, Hanoman.
Dikutip dari Mirror, selama ini Deshant Adhikari merasa malu akibat dari ‘ekor’ yang Ia miliki.
Sempat mengalami rasa malu, namun kini usai menginjak usia remaja, rasa malu tersebut berubah menjadi rasa ingin membuktikan diri.
Kini, Deshant Adhikari, mengaku tak lagi sungkan memperlihatkan ekor yang dipunya di hadapan banyak orang.
Kisahnya mempunyai ekor bahkan sempat viral dan menjadi perbincangan hangat publik.
“Video diriku menjadi viral di TikTok dan banyak orang mengenalku sebagai ‘bocah berekor’. Aku merasa baik-baik saja,” ungkapnya.
Perlu diketahui, ekor Deshant terdiri dari untaian rambut yang mengras. Panjangnya sampai saat ini telah mencapai 70 cm.
Deshant mengaku tidak terganggu dengan keberadaan ekor tersebut. Saat dirinya masih kecil, orang tua Deshant membawanya ke berbagai rumah sakit di Nepal dengan tujuan untuk melakukan pengobatan.
Namun, usaha tersebut belum kunjung membuahkan hasil. Putus asa, mereka berkonsultasi kepada seorang pendeta lokal.
“Pendeta itu meminta mereka untuk tidak menyisir atau memotong ekornya.” ujar Puskar Nepal.
“Para pendeta bahkan menyebutkan bahwa bocah itu mungkin memiliki kekuatan gaib karena dia adalah reinkaranasi Hanoman, dewa monyet.”
“Mereka (Deshant dan orang tuanya) lantas membiarkan ekor itu tumbuh dan berhenti mencari pengobatan lain.” jelas Puskar.
Sekarang, Deshant telah berumur 16 tahun. Ekor itu telah menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya.
Kabarnya ekor tersebut akan sengaja dipelihara dan tidak akan dipotong dalam waktu dekat.
Kisah lain, bayi mungil diculik segerombolan monyet
Kejadian nahas dialami oleh seorang bayi yang mendadak diambil segerombolan monyet di rumah. Diketahui, bayi tersebut baru berusia satu bulan.
Sontak saja, ibu dari bayi tersebut merasakan rasa sedih yang tak terbendung. Dikutip dari BBC, peristiwa tersebut terjadi di Desa Mwamgongo di Kigoma, Tanzania.
Rupanya desa tersebut dekat dekat dengan Taman Nasional Gombe.
Sebelum insiden tersebut terjadi, diketahui, ibu bayi tersebut sedang menyusui sang anak di luar rumah.
Tak diduga, segerombolan monyet tiba-tiba masuk ke rumahnya, di saat yang sama monyet-monyet itu pun sampai membawa bayi yang baru berusia satu bulan tersebut.
Melihat kejadian itu, ibu dari bayi tersebut panik dan terkejut, si ibu lantas menjerit dan meminta pertolongan kepada tetangga yang berada di sekitarnya.
Mendengar suara jeritan dan pertolongan, tetangga pun langsung menghampiri si ibu.
Nahas, pertolongan tetangga rupanya sedikit terlambat, lantaran bayi tersebut sudah dibawa kabur oleh segerombolan monyet.
Kendati demikian, sejumlah tetangga itu berusaha merebut bayi itu, namun tak kunjung berhasil. Malah, si bayi justru mengalami luka di bagian kepala dan leher.
“Saat penduduk desa tiba, semuanya sudah terlambat karena bayi itu sudah berada dalam gendongan monyet.
Ketika warga mencoba mengambilnya kembali dengan paksa, bayi itu malah mengalami luka di kepala dan leher,” terang seorang sumber.
Dengan berbagai usaha, bayi itu pun berhasil kembali ke tangan si ibu.
Namun, sayangnya, nyawa dari bayi mungil itu tak tertolong dan dipastikan meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. (SUMBER: TRIBUN-MEDAN.com).






