Keprionline.co.id , Karimun – Bupati Bangka Belitung Khairul Effendi mengakui sedih melihat kondisi Bangka Belitunh Timur karena kondisi alamnya hancur terlantar karena perusahaan timah yang dulu beroperasi . Tahun 1970 – an masyarakat Belitung timur hidup makmur dari menambang timah . Kejayaannya tampak jelas oleh cekungan – cekungan raksasa bekas penambangan timah yang ditelantarkan begitu saja oleh pihak perusahaan timah .Aktivitas penambangan timah sudah berlangsung sejak zaman kolonial, Dimana cadangan timah kian menipis dan tidak mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat Bangka Belitung . Sekarang ini PT. Timah sudah tidak sebesar dulu dimana keparahan , kerusakan tanah akibat pertambangan diperparah dengan munculnya tambang Konvensional ( TI ) hingga dibuat kebijakan menjadi mitra PT .Timah , kemudian PT.Timah lebih banyak menampung hasil produksi TI dari pada hasil produksi sendiri , Hal ini inilah yang memicu maraknya usaha penambangan yang dikelola oleh masyarakat sehingga dampak kerusakan lingkungan begitu besar .
Lain halnya dengan Kabupaten Karimun dimana Kabupaten Karimun salah satu daerah penghasil timah tetapi bisa menjaga ekosistem dan tidak memiliki dampak kepada ke masyarakatnya . Selian itu Karimun juga bisa menjadi objek wisata dimana hal ini Karimun mampu meraih penghargaan Adipura , Inilah dasar kami melakukan kunjungan kerja ke Karimun , kata Bupati Bangka Belitung Timur saat memberikan kata sambutanya di Rumah Dinas Bupati Karimun , Kamis ( 24 / 11 ) .
Wakil Bupati Karimun , Anwar Hasim mengatakan , ” Kunjungan kerja Bupati Karimun untuk melihat daerah Karimun seperti apa ,Jadi nanti mereka akan meninjau tiga wilayah yang merupakan titik penilaian tim adipura dari jakarta kemarin salah satunya adalah Bak sampah , kata Wakil Bupati Karimun . ( red / KO – jho’s KRM ) .





