Keprionline.co.id , Batam – Plt. Kabid Humas Polda Kepri AKBP Drs. S. Erlangga mengatakan , Terkait adanya informasi aksi demo yang sudah beredar di media sosial pasca kerusuhan yang terjadi di kampung harapan swadaya Bengkong Sadai beberapa waktu lalu , Dimana dalam informasi yang ada di media sosial itu menggambarkan bahwa keadaan Kota Batam seakan – akan tidak kondusif .
Jadi kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat kota Batam bahwa hal itu tidak benar – benar terjadi dan sampai saat ini kota Batam masih dalam keadaan kondusif dan pihak Kepolisian masih terus bekerja baik siang maupun malam, unit-unit patroli masih terus berlangsung baik di lingkungan perumahan warga, pusat keramaian maupun di tempat-tempat kegiatan Masyarakat.
Terkiat dengan aksi anarkis yang terjadi di Kampung Harapan swadaya Bengkong Sadai Batam, Kabid Humas menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi pada saat Eksekusi lahan seluas 4,082 hektare milik PT Glory Point yang ditempati oleh warga di Kampung Harapan Swadaya, Bengkong Sadai, Batam.Tim eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Batam yang dibantu 570 personil polisi dan TNI dihadang dan diserang ratusan warga dengan bom molotov.
Warga juga membakar ban bekas untuk menghalangi langkah tim eksekusi dimana salah satu bom molotov yang dilemparkan warga mengenai salah satu rumah warga di Perumahan Glory Home yang lokasinya bersebelahan dengan lahan yang dieksekusi, Api langsung cepat membesar dan merembet ke rumah lainnya selanjutnya Tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang sudah disiagakan langsung dikerahkan untuk memadamkan api , ” kata Plt. Kabid Humas Polda Kepri AKBP Drs. S. Erlangga . ( KO / Red – 23 adr )





