KEPRIONLINE.CO.ID, LINGGA – Harga karet kering di Kecamatan Singkep dan Singkep Barat Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, berada di kisaran Rp 7.000 /kilogram. “Kami berharap harga karet kembali normal seperti tahun 2013 lalu yang sempat seharga Rp 15.000/kilogram,” kata Rasimin, salah seorang petani karet di Desa Kuala Raya Kecamatan Singkep Barat, Kamis ( 10 / 01 ).
Akibat anjloknya harga karet, penghasilan petani turun drastis. Hal itu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Penghasilan saya, biasanya Rp 75.000 /hari kalau harga karet Rp 15.000/kilogram, dengan hasil setiap kali turun menyadap karet sebanyak lima kilogram/hari, tetapi sekarang tinggal Rp 35.000/hari, dengan harga karet Rp 7000/kilogram,ungkapnya.
Menurut dia, dengan penghasilan Rp 35.000 /hari dan kondisi sekarang, maka dia dan keluarganya harus berhemat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Harga kebutuhan sehari-hari sekarang serba mahal, Setiap tahunnya trus meningkat,Seperti beras harga dulunya Rp9000/kg sekarang udah Rp12000/kg,harga telor ayam pun naek juga,sebelumnya Rp1200 perbutir, sekarang udah 3 butir Rp5000, Dan yang lebih parah lagi mencari kerja pun susah,karna minimnya lapangan pekerjaan,” ujar bapak tiga anak tersebut.
Hal senada juga diakui oleh Sarsik “Dengan penghasilan sekarang saya harus menghemat belanja harian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Rasimin dan Sarsik sama-sama berharap harga karet kembali normal agar penghasilan petani karet di Lingga kembali seperti sebelumnya. “Dengan penghasilan sekarang, kami harus berhemat agar dapur tetap berasap (tetap bisa makan),” ungkapnya.
Selain itu, petani karet di Desa Kuala Raya Singkep Barat, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa kerja sampingan seperti,ambil kayu bakar dan bangunan, serta pinjam atau mengutang ke pemilik toko karena hasil panen karet tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. ( KEPRIONLINE LINGGA / SAPARUDDIN ).






