Pertanyakan Zona Kelistrikan di Karimun,Ormas Korni Layangkan Surat ke DPRD

KEPRIONLINE.CO.ID,KARIMUN – Organisasi Kemasyarakatan ( Ormas ) Korni Karimun melayangkan surat ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Karimun dengan Nomor 019/KORNI-PEM/KRM/X/2019 masalah zona kelistrikan di Kecamatan Meral,Kabupaten Karimun beberapa waktu yang lalu.

Sekretaris Korni Karimun ,Dedi melalui Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan SDM ,Goklas Maruli Hasibuan mengatakan,” Sampai saat ini pelaku industri seperti galangan kapal, perbaikan/reparasi kapal dan pengolahan sumber daya alam masih menggunakan sumber daya listrik secara mandiri ( genset ) untuk menjalankan operasional usahanya walaupun dengan biaya yang mahal,hal ini disebabkan keterbatasan infrastruktur vital kelistrikan.

Dulu pemerintah sudah mencari solusi terkait dengan keterbatasan listrik di Karimun dengan mengeluarkan program atau peraturan Zonasi Ketenagalistrikan di Kabupaten Karimun yang  dibagi menjadi tiga zona sesuai Keputusan Kementerian ESDM pada tahun 2014 dengan Kepmen No.945.K/20/DJL.3/2014 dan Kepmen No.943.K/20/DJL.3/2014 untuk ke 2 .

Pembagian zona ini awalnya  berdampak positif kepada masyarakat khususnya para pelaku industri tetapi seiring berjalanya waktu pembagian zonasi kelistrikan  ini tidak seperti yang kita harapkan,dan sampai saat ini para pelaku industri masih saja menggunakan listrik mandiri atau genset.

Mati surinya pembagian zonasi kelistrikan  oleh pemerintah salah satu alasan Ormas Korni untuk meminta supaya pemerintah  mengevaluasi sistem zonasi ketenagalistrikan yang saat ini berdampak pada melambatnya perekonomian dan disarankan untuk dihapuskan karena menghambat iklim investasi,Kata Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan SDM Korni Karimun,Goklas Maruli Hasibuan . ( KEPRIONLINE.CO.ID KARIMUN / JANTUA DOLOK 1000) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *