KEPRIONLINE,CO,ID, BATAM – Pasca insiden robohnya tangga Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan, Kepulauan Riau yang mengakibatkan 6 korban, meninggalkan kisah sedih dari salah satu korban bernama Florida Perumahan Bukit union sejahtera Blok A no 23 a bengkong, korban mengalami patah tulang kaki, dan mengalami cacat permanen.
Ditemui keprionline dirumahnya, Senin (08/03/2021). Florida mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap Pemkab Bintan tertuama Dinas terkait, yang hingga kini belum ada menjenguk dirinya.
“Beginilah keadaan saya sekarang. Kaki saya patah belum bisa di gerakan, kemungkinan saya cacat permanen, saya juga merasa kecewa karna dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan belum pernah sekalipun datang kerumah untuk membesuk”, jelasnya
Disinggung mendapatkan bantuan pasca kecelakaan, Florida mengatakan ada dapat bantuan dari Jasa Raharja. Ujarnya.
Ketua umum Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo), meminta aparat hukum untuk mengusut robohnya pijakan penghubung pelantar Dimana robohnya pijakan itu menelan sejumlah korban. Dan saat ini ada seorang korban mengalami cacat permanen, berarti ada kelalaian dari pihak Dinas terkait, ucapnya.
“Saya melihat adanya pembiaran dan kelalaian dari Pemerintah Kabupaten Bintan, terlebih khusus dinas perhubungan Bintan. Pasalnya pihak dinas perhubungan tidak melakukan pencegahan atau pemberitahuan kepada warga yang memanfaatkan pijakan penghubung pelantar tersebut”, jelasnya.
Seperti diketahui, enam orang tercebur ke laut akibat pijakan penghubung pelantar di Pelabuhan Tanjunguban ambruk, Jumat (29/1/2021) sore.
Keenam orang yang menjadi korban pelantar ambruk ini merupakan penumpang speedboat tujuan Batam. Di antaranya adalah ibu-ibu.
Saat dikonfirmasi keprionline dengan Kadis Perhubungan Kabupaten Bintan M Insan Amin, melalui via Handpone mengatakan, Dinas Perhubungan Bintab bukan tidak mau jenguk korban namun karna masih situasi covid, kalau tidak urgent-urgent sekali kami tidak ke Batam. Jelasnya
“Namun, Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan menjenguk korban”, ujarnya
Sambungnya, untuk perbaikan penghubung pelantar di Pelabuhan Tanjunguban, kita sudah menganggarkan biaya pemeliharaan, dan kita sudah mengecek dengan Dinas Perhubungan Provinsi. sebelum dilakukan perbaikan Ponton, kita menambah petugas jaga untuk menjaga antrian penumpang. Jelasnya. (Gordon Silalahi/Oki)

