KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Bantuan dana segar sebesar Rp 2 triliun yang dikucurkan keluarga mendiang Akidi Tio ke Sumatera Selatan (Sumsel), masih menjadi topik hangat.Jumlah yang fantastis tersebut, disumbangkan untuk penanganan Covid-19 dan warga terdampak Covid-19 di Sumsel.Dari informasi yang diperoleh, semasa hidupnya Akidi Tio hijrah dari Kota Langsa Aceh Timur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ke Kota Palembang Sumsel.
Di Palembang, Akidi Tio mengadu nasib dan membuka berbagai usaha yang akhirnya berkembang pesat.Mendiang Akidi Tio yang merupakan keturunan Tionghoa, mempunyai 7 orang anak. Di mana, anak sulungnya sudah meninggal dunia, 5 orang anaknya kini tinggal di Jakarta. Sedangkan anak bungsunya, memilih tinggal dan membangun bisnis di Kota Palembang Sumsel.
Meskipun informasi tentang sosok Akidi Tio dan keluarganya minim. Namun akhirnya, Prof Hardi Darmawan mengungkap bagaimana sosok Akidi Tio semasa hidup.Prof Hardi Darmawan yang tercatat sebagai dokter di Rumah Sakit (RS) RK Charitas Palembang Sumsel, merupakan dokter pribadi keluarga mendiang Akidi Tio.
Dari penuturan Prof Hardi Darmawan inilah, akhirnya terbongkar bagaimana latar belakang mendiang Akidi Tio dan keluarganya.Menurutnya, keluarga mendiang Akidi Tio memang berjiwa sosial, namun tetap rendah hati, sederhana dan tidak mau aksi sosialnya terpublikasi.
“Karena mereka memang sifatnya low profile, sederhana. Tapi mereka mau membantu orang lain,” ucapnya dalam sesi wawancara secara virtual, Selasa (27/7/2021).Sebelum tenar karena menyumbangkan dana fantastis sebesar Rp 2 triliun, keluarga mendiang Akidi Tio kerap memberikan bantuan lainnya, terutama di Sumsel.
Seperti memberi makanan untuk warga yang menjalankan isolasi mandiri (isoman), secara rutin menyumbangkan bantuan ke panti jompo dan lainnya.”Yang saya ingat dari keluarga Akidi Tio ini kesederhanaannya itu seperti suka memakai pakaian putih, orang bersih dan rapi,” katanya.
Awal perkenalan Prof Hardi dan mendiang Akidi, berawal ketika Akidi menjadi pasiennya sejak 36 tahun lalu hingga wafat di tahun 2009. Dia sangat ingat bagaimana sosok Akidi semasa hidupnya, mempunyai prinsip untuk membantu orang-orang yang susah.“Anak cucunya selalu diamanahkan seperti itu. Jika ada penghasilan lebih, harus dibagikan ke warga tidak mampu,” ucapnya. ( SUMBER LIPUTAN 6 ) .

