KEPRIONLINE,CO,ID,BATAM – Luar biasa dan dahsyatnya klik pimpinan buatan kepala BP Batam HM.Rudi ini, tak tanggung-tanggung berimbas kepada masyarakat biasa dalam urusan perpanjangan dan penerbitan faktur WTO, hal ini menjadi perubahan yang signifikan dirasakan, karna sebelumnya gampang pengurusannya, namun setelah dipimpin Kepala BP Batam HM.Rudi sepertinya pengurusan lambat diproses karna harus menunggu klik pimpinan. Ungkap Ketua Umum Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Tohom Sinaga.
BP Batam jangan bicara lahan terbatas, akui saja telah melakukan kesalahan mengalokasikan lahan kepada investor abal-abal.
Janganlah memberikan pernyataan seakan akan, kepala BP Batam sebelum HM.Rudi melakukan kesalahan dalam pengalokasian lahan, padahal perlu diketahui Kepala BP Batam HM.Rudi, banyak investor asing maupun lokal yang sangat siap berinvestasi di Batam jika BP Batam membuka selebar-lebarnya berinvestasi, namun jangan ada sistem klik pimpinan karna sistem itulah yang membingungkan para investor. Tegas Tohom
Bagaimana BP Batam mau mengalokasikan lahan kepada investor, sedangkan investor pun sudah malas akibat adanya klik pimpinan ini. Begitu proses administrasi dan dokumentasi berjalan sampai clear and clean, ternyata akhirnya di tolak akibat klik pimpinan.
Kini muncul lagi peryataan dari BP Batam bahwasannya lahan terbatas, BP Batam pilih investor yang berikan nilai tambah lebih bagi pembangunan kota Batam.
“Artinya BP Batam jangan buat alasan yang tidak bijak, akui saja kesalahan selama ini. Telah salah memberikan lahan kepada oknum investor abal-abal”. Beber Tohom.
Bagaimana BP Batam pilih investor yang berikan nilai tambah, sedangkan pimpinan tidak profesional seperti informasi yang didapati beberapa waktu lalu, Kepala BP Batam mengatakan staf pengusaha yang akan mengurus dokumen di BP Batam dianggap calo.
Cobalah berpikir dengan logika, pegawai salah satu perusahaan terbesar di Kota Batam yang ingin mengurus dokumen ownernya dianggap seorang calo, dan akhirnya dokumen tak kunjung terealisasi, karna bukan ownernya sendiri yang ngurus. Ini sudah tidak masuk akal lagi. Jadi sepertinya Kepala BP Batam pilih kasih terhadap investor, karna semua investor pastilah memberikan nilai tambah bagi Kota Batam, Jelas Tohom.
“Jangan lah bicara panjang lebar, kalau pengurusan perpanjangan dan penerbitan WTO kapling aja harus terkena klik pimpinan juga, yang memakan waktu proses yang cukup lama”, terang Tohom.
Salah seorang pengurus WTO yang tidak mau disebutkan namanya berinisial N kepada keprionline mengatakan, “tolong mas jangan disebut nama saya, alih-alih gak selesai, kapling saya pun dicabut nanti sama pak Rudi, ampunlah mas”. Katanya
“Kenapa jadi kami yang kena imbas dari klik pimpinan ini, kami hanya warga biasa. Cuma mau mengurus perpanjangan dan penerbitan faktur WTO kapling saja prosesnya sangat lama sekali dan berbelit-belit. Kata duda anak 3, warga dapur 12 Batu Aji”. Ujarnya
Padahal dokumen dan administrasi sudah terpenuhi, dan juga kapling kami sudah terdata kenapa harus lama. Kecuali tanah atau lahan kami berhektar-hektar mau di kenakan klik pimpinan gak apa-apa. Akibat sering ke kantor BP Batam ini kayak gasing, “tau abangkan gasing”, sepatu awak pun dah jadi mereng tapi gak selesai juga pengurusannya, cetus N.
“Pak Rudi, tolonglah kami ini, masa urusan kapling saja harus menunggu klik dari bapak, rumah kami hanya ukuran 6X10”. Tegasnya. (Oki).

