KEPRIONLINE.CO.ID, NASIONAL – Anak di Bantul yang pernah bikin heboh karena menjual perabotan rumah orangtuanya di Bantul Yogyakarta berulah lagi.
Sebelumnya pemuda bernama Dwi itu membuat heboh karena menjual perabotan dan bahkan genteng rumah ibunya lalu uangnya untuk membeli kebutuhan dan memberikan hadiah pacarnya.
Dwi itu kembali dilaporkan sang ibu Paliyem ke polisi. Kali ini Paliyem menegaskan kali ini tidak akan mencabut laporannya terhadap sang anak.
Paliyem yakin dengan pilihannya untuk melaporkan anaknya, Paliyem pun secara tegas mengiyakan. Dirinya tak akan mencabut laporannya.
“Tidak akan saya cabut, walaupun siapapun yang misalnya mengasih tahu suruh nyabut, ndak akan ini. Sudah terlalu anak ku, tidak bisa dimaafkan lagi,” tegasnya.
Dia menceritakan, anaknya menjual kembali barang perabotan miliknya setelah pencabutan kasus pertama pada 11 Januari 2022 lalu.
Diketahui Dwi di 14 Januari 2022 sudah menjual barang dagangan. Pertama, Dwi menjual kompor pemberian Bupati Bantul Abdul Halim Muslih beberapa waktu lalu.
Kemudian dia menjual meja dan kursi pemberian dari Mirota Kampus pada 6 Februari 2022 lalu.
“Tadi malam Kamis (10/2/2022) mau menjual lemari barang bukti sebelumnya, meja, dan kursi,” kata Paliyem saat ditemui wartawan di Mapolres Bantul, Jumat (11/2/2022) malam.
Selain menjual barang, Dwi juga menganiaya Paliyem.
“Sebelum-sebelumnya beras pemberian Pak Jaksa juga disuruh jual. Katanya dia butuh uang. Bahkan sempat saya ditampar dengan sandal sampai hampir pingsan karena tidak memberi uang sejuta,” ucap dia.
Puncaknya, Dwi berniat menjual lemari dan kursi namun kepergok warga. Sempat bersitegang dengan ketua RT dan tetangga Kamis (10/2/2022) malam.
Sang Ibu Paliyem melaporkan perbuatan Dwi ke Polres Bantul karena anak semata wayangnya ini sudah berlebihan, dan mengingkari janji untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Selain itu, dirinya takut Dwi melakukannya kepada tetangganya. Bahkan, Paliyem sempat disuruh mencari uang Rp 1 juta, karena itu pergi ke tempat saudaranya, dan tidak berani pulang ke rumah jika ada Dwi.
“(laporan polisi) tidak akan aku cabut walau siapapun yang kasih tahu suruh mencabut. Karena ini sudah keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan lagi, tapi kalau yang itu nggak saya laporkan itu (dianiaya Dwi),” kata Paliyem.
Dia berharap polisi bisa segera menangkap anaknya, dan pacarnya. Paliyem juga berbohong kalau sudah bekerja juga.
“Tolong itu besok diambil juga ceweknya itu, sekalian sama anak saya,” kata Paliyem
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevadha mengaku telah menerima laporan dari Paliyem. Archye mengaku akan segera menindaklanjutinya laporan tersebut.
“Akan kami tindak lanjuti laporan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata dia. (SUMBER: TRIBUNPEKANBARU.COM).

