Keprionline.co.id, Bintan – Aliansi Cipayung Plus Tanjungpinang-Bintan melakukan aksi kritik kepada program Roby Kurniawan dan Deby Maryanti (Roby-Deby) salah saatunya minimnya inovasi layana publik yang solutif.
Selin itu, Aliansi Cipayung Plus juga menyuarakan minimnya lapangan kerja di Bintan, mutu pendidikan yang tidak merata, Ketimpangan ekonomi dan kerentanan masyarakat pesisir, Pengawasan lingkungan dan industri belum modern.
Bupati Bintan, Sekda Bintan Ronny Kartika menyambut aspirasi yang disampaikan seluruh peserta aksi. Kebijakan dan program yang dikritisi, bagi Ronny Kartika, akan menjadi catatan penting bagi arah pembangunan ke depan.
“Semua aspirasi yang disampaikan menjadi catatan penting bagi kami. Secara umum perlu kami sampaikan, dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini sudah menjadi isu nasional, Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati tetap berkomitmen untuk memprioritaskan program dan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat atau hajat hidup orang banyak,” kata Ronny Kartika menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Ronny Kartika menegaskan, aksi semacam ini merupakan dinamika pemerintahan. Menurutnya, sangat positif. Hal ini menjadi bagian dari partisipasi masyarakat khususnya kalangan mahasiswa yang peduli dan andil dalam proses pembangunan.
“Adik-adik mahasiswa peduli dan ingin menyampaikan gagasan dalam bentuk kritik serta saran atas dasar kondisi di lapangan yang mereka temui. Prinsipnya Pemkab Bintan sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin menyampaikan aspirasi, tentu semua demi Bintan yang semakin baik ke depan,” kata Ronny Kartika.
Sementara Aliansi Cipayung Plus Tanjungpinang-Bintan tersebut berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyampaikan berbagai kritik serta saran yang dibingkai dalam dialog pembangunan dan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Bintan, Selasa (18/11/2025). ( Popy ).






