Keprionline.co.id, Kepri – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang mengatakan, Kepri menjadi salah satu wilayah strategis dalam dunia pelayaran internasional, di mana Kepri berada tepat di jalur Selat Malaka dan Selat Singapura, dua dari jalur pelayaran tersibuk di dunia, yang setiap harinya dilintasi ribuan kapal.
Hampir setiap hari ribuan kapal, termasuk tengker pengangkut minyak serta bahan berbahaya lainnya, melintasi perairan Kepri. Mesti satu sisi memberikan nilai ekonomi yang tinggi, tapi satu sisi lainnya juga menghadirkan resiko tumpahan minyak yang signifikan.
“Tumpahan minyak yang bisa mencapai batas lintas negara inilah, yang harus selalu kita waspadai dan antisipasi, “tegas Wagub Nyanyang.
Indonesia sebagai salah satu negara anggota International Maritime Organization (IMO) tentunya memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memastikan tingkat kesiapsiagaan nasional dengan melaksanakan latihan penanggulangan tumpahan minyak secara berkala.
“Kegiatan National Marpolex yang rutin dilaksanakan Kementrian Perhubungan RI melalui Direktorat Jendral Perhubungan Laut serta pemangku kepentingan lainnya merupakan wujud kesiapsiagaan kita dalam menjaga dan melindungi perairan wilayah Indonesia,” tegasnya.
Untuk mengatisipasi pencemaran lingkungan dari tumpahan minyak tentu diperlukan kolaborasi antar instansi pemerintah baik dengan lembaga vertikal dengan masyarakat, ujar Nyanyang kepada media, Selasa (18/11/2025). ( Gordon ).






