Keprionline.co.id, Karimun – Koordinator Sales PT Solnet Cabang Karimun, Zainal Abidin mengakui akan segera melakukan solusi agar layananan internet pulih kembali dan bisa dinikmati 6.300 pelangaan di Karimun, ujar Zainal.
Sebenarnya dampak dari putusnya Fiber Cut bawah laut bukan hanya berdampak kepada provider Solnet saja tetapi berdampak kepada seluruh provider swasta yang ada di Karimun, dan saat ini kita sudah mencarikan solusi yaitu menyewa jaringan provider pemerintah, ujar Zainal kepada media saat ditemui di kantor Solnet, Jumat ( 21/06/2025 ).
Solnet berkomitmen memberikan pelayanaan terbaik kepada seleuruh pelanggan di Wilayah Kabupaten Karimun, dan gangguan ini bukan karena faktor kerusakaan sistim tetapi murni gangguan alam.
Selama perbaikan Fiber Cut bawah yang diprediksikan bisa rampung sampai dengan 6 Juli 2025 PT Solnet akan memberikan kompensasi kepada 6.300 pelanggan berupa diskon tagihan sebesar 50 persen, ujar Zainal.
Sementara , Supervisor NOC (Network Operation Center) PT Solnet Cabang Karimun Viky Albertus mengatakan, gangguan jaringan pertama pada tanggal 15 Juni 2025 yaitu jfiber cut Batam – Karimun putus, dan kita sudah mencarikan solusi dengan memanfaatkan jaringan cadangan dari Pekanbaru melalui Selat panjang terus ke Karimun.
Tetapi pengunaan jaringan cadangan ini berdampak kepada akses internet yang lambat akhirnya diputuskan untuk menambah atau menaikkan jaringan cadangan dari kapasitas 6 Ggps menjadi 10 Ggps tetapi saat proses menambah kapasitas terjadi lagi isiden baru, jaringan dari Pekanbaru mengalami kerusakan dan layanan internet tidak bisa lagi, ujar Viky Albertus.
Pelanggan PT SOlnet Karimun, David mengakui, Selama ini akses internet Solnet di Karimun cepat dan belakangan ini sempat lelet dan sama sekali tidak dapat di akses, dan menagement PT Solnet dengan cepat memberikan informasi lewat group WA, media sosial sehingga saya selaku pelanggan tidak bertanya – tanya apa penyebab lambatnya jaringan internet, kami berharap gangguan ini segera ada solusi, ujar David . ( Jantua ).






